Top Ad 728x90


Friday, July 24, 2020

SEPAKET

Ya, perjalanan urban farming itu sudah sepaket dengan proses, keberhasilan maupun kebelumberhasilannya.

Kita bahas dulu kebelumberhasilannya ya, apa saja sekiranya faktor yang memungkinkan menjadi penyebab kebelumberhasilan. Karena bertumbuhnya sebuah tanaman dengan baik sampai panen dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya:

1. Kualitas benih
Dalam menyemai, sangat memungkinkan ada benih yang tidak sprout. Karena benih ternyata juga memiliki masa kadaluarsa. Bila mendapati benih yang disemai tidak kunjung sprout dalam waktu sampai dengan 2 minggu, disarankan untuk menebar saja semua bibit yang ada di tanah. Dan disarankan juga untuk menanam kembali saat benih yang ditanam tidak tumbuh, tidak menyerah karena belum berhasil, karena bisa jadi kita kebetulan sedang berhadapan dengan benih yang tidak mau atau tidak bisa tumbuh.

2. Kualitas air
Dalam organik, apalagi hidroponik, kualitas air untuk penyiraman atau untuk air baku sangatlah berperan di dalam menentukan keberhasilan. Tentunya dalam menanam organik faktor tanah lebih menentukan, karena air lebih berperan untuk membuat unsur-unsur hara yang ada dalam tanah bisa terserap oleh akar. Sedangkan pada hidroponik yang menjadikan air sebagai sumber utama kehidupannya, maka kualitas air sebagaimana memiliki pH di antara 5-6.5, ppm awal di bawah angka 100, menjadi kriteria yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang optimal.

3. Kualitas sinar matahari 
Dalam menanam tanaman pangan, maka paparan sinar matahari memiliki peranan yang sangat penting. Semakin banyak paparan sinar matahari, akan membuat tanaman menjadi semakin kuat dan kokoh. Dalam hidroponik, tentu menjadi lebih mudah memenuhi persyaratan terkena matahari lebih banyak karena kebutuhan airnya sudah terpenuhi sepanjang hari. Sedangkan dalam organik, sebagaimana di musim kemarau saat tulisan ini dibuat, maka perlu diperbanyak frekuensi penyiraman media tanam menjadi setidaknya dua kali sehari, pagi dan sore bila ingin mendapatkan hasil yang baik dan tanaman terhindar dari layu akibat penguapan yang lebih banyak dari biasanya.

4. Hama 
Nah, ini dia tantangan paling asyik dalam ber-urban farming, yaitu saat berhadapan dan berdampingan dengan hama yang ikut menikmati tanaman yang kita tumbuhkan. Bahkan untuk saya pribadi, menyikapi hama inilah yang cukup menentukan mood dalam ber-urban farming. Walau sekali lagi, kitalah yang memutuskan untuk larut dalam kesedihan dan tidak melanjutkan lagi atau tetap bersemangat mencari solusi mengatasi hama dan menanam lagi. Dan itulah yang akan dihadapi seumur hidup kita di dalam ber-urban farming.

5. Waktu
Yup. Ini juga faktor yang menentukan berhasil atau belum berhasilnya kita dalam ber-urban farming. Karena waktu yang belum teralokasikan dengan konsisten, akan membuat hasilnya juga tidak akan optimal.

Demikian 5 faktor yang dapat mempengaruhi hasil dari urban farming yang kita lakukan. Dan ini semua adalah faktor teknis, yang tidak akan mudah untuk dipenuhi bila faktor non-teknis dan yang terutamanya belum terpenuhi, yaitu menemukan ALASAN YANG KUAT mengapa kita melakukan urban farming.

Karena saat kita mengetahui mengapa kita melakukannya, kita akan mencari caranya.

“Where you know the why, you will find the how.”

Cipinang Muara, 24 Juli 2020

#urbanfarmingwisdoms
#motivarmer

=========

Untuk sharing dan diskusi seputar komposting dan urban farming, silakan melalui link-link berikut:
bit.ly/GrupFBSahabatRumahHijau
bit.ly/PodcastRumahHijaunet
bit.ly/YoutubeRumahHijaunet

Untuk mengikuti pelatihan komposting secara online, silakan langsung klik link berikut:
bit.ly/PelatihanKompostingOnline

0 comments:

Post a Comment

Top Ad 728x90