Tidak perlu menyiram, cukup menjaga air tetap mengalir setiap hari. Dan Anda bisa menikmati sawi dengan lebar daun setelapak tangan dari halaman rumah Anda sendiri.
Setelah panen raya di vlog sebelumnya, saatnya mengisi instalasi hidroponik yang sudah kosong.
Sambil memindahkan, sambil berbagi manfaat yang dirasakan saat meluangkan waktu untuk berkebun ala hidroponik yang sangat cocok dilakukan di perkotaan yang memiliki lahan terbatas.
Kembali kisah dari peristiwa sekitar setahun yang lalu saat perdana Rumah Hijau berbagi hasil panennya secara komersil. Tentu dengan harga promo yang sangat menarik ;)
Klub Oase menjadi pasar perdana. Semoga keluarga2 praktisi homeschooling yang berkegiatan di Klub Oase sehat senantiasa dan dapat merasakan asyiknya mengonsumsi sayuran bebas pestisida yang tumbuh di kebun sendiri.
Setiap makhluk hidup yang dihadirkan Tuhan di alam semesta ini niscaya memiliki sebuah tujuan di dalam kehidupannya. Apa pun peranannya, niscaya merupakan bagian dari siklus semesta.
Sebagaimana sayuran-sayuran yang bertumbuh di Rumah Hijau, mereka dihadirkan Tuhan untuk sebuah tujuan: membantu menutrisi keluarga kami agar lebih sehat melalui konsumsi sayuran yang bebas pestisida dan kaya anti-oksidan karena dipanen segar dari sumbernya.
Yuk, ikuti akhir dari cerita perjalanan kailan organik dan sawi hidroponik di Rumah Hijau. Akan jadi apakah mereka? Silakan simak vlog berikut sampai selesai :)
Sesungguhnya aku sudah mau memanen kailan2 dan sawiku sejak 2 minggu yang lalu. Namun saat itu aku menerima kabar kalau ada wartawan dari detikcom mau berkunjung, tertunda lagi deh panennya agar setidaknya kebunku agak terlihat hijau lah. Akhirnya wartawan tidak jadi datang dan cukup mewawancara via telepon saja.
Lalu ada kabar kalau ada sahabat mau berkunjung untuk lihat2 kebun. Jadi tertunda lagi panennya. Sayang kan kalau datang saat kondisi kebun sedang tidak terlalu hijau.
Setelah kunjungan sahabat, jadilah pagi ini aku bersama Nur memanen sebagian besar kailan yang ada di kebun. Sebagian besar kondisinya sudah memprihatinkan karena penuh lubang dimakan ulat. Saat mencuci sayuran, terlihat ulat2 aneka ukuran di sela2 daun. Betul2 sayuran organik nih... 😁
Jadilah pagi ini kami menikmati lalap kailan, sedangkan kailan dicah untuk sayur santap siangnya. Mantap sekali... 😉👍
Sawi2 di foto ini adalah mereka2 yang cukup menderita saat terkena wabah leafminer di Rumah Hijau. Dan sejak dipasang umpan untuk pejantan leafminer, beberapa minggu yang lalu, hasilnya saat ini mulai terasa. Tidak hilang sama sekali, namun berkurang lumayan signifikan.
Semoga sayur2ku dapat tumbuh dengan subur dan sehat. Amin 😃
Waktunya untuk memindahkan beberapa bibit selada dan sawi dari bak pembibitan ke polybag. Sebagian media tanam menggunakan tanah dari polybag sisa panen sebelumnya.
Semua isi polybag dianggap sebagai media tanam, walau ada sisa2 pupuk padat dari hasil komposting sampah rumah tangga di sana. Oleh karena itu, aku sudah menyiapkan pupuk cair dan padat untuk campurannya.
Masih belum terlalu konsisten nih untuk bisa membenih dan memindahkan bibit setiap hari. Semoga terus menuju ke arah sana. Amin :)
Waktunya memindahkan sawi. Peristiwa ini sekitar seminggu yang lalu, baru sempat diposting sekarang.
Secara umum, saatnya memindahkan sawi dari bak persemaian ke polybag adalah ketika daun sejatinya sudah berjumlah 3-4 helai. Dan seperti biasa, media tanam diberikan campuran pupuk padat, hasil dari komposting sampah rumah tangga.
Semoga dapat menjadi tanaman yang bermanfaat. Amin... :)