Top Ad 728x90


Showing posts with label pupuk padat. Show all posts
Showing posts with label pupuk padat. Show all posts

Sunday, August 12, 2018

Vlog Rumah Hijau: Manfaatkan Ruang Sempit Anda untuk Berkebun

by


Sedikit sharing pada sebuah pagi yang baik untuk berkebun, menyegarkan kembali tanaman2 yang rimbun dengan pupuk hasil komposting sampah rumah tangga.

Semoga bermanfaat :)


Saturday, March 10, 2018

Vlog Rumah Hijau: Panen Pupuk Padat Hasil Komposting Sampah Rumah Tangga

by

Tidak hanya pupuk cair, pupuk padat adalah hasil yang dapat diperoleh bila mengolah sampah rumah tangga dengan menggunakan komposter.

Sekali lagi terima kasih kepada mentor saya, Mbak Wilda Yanti, yang telah memperkenalkan cara mengolah sampah rumah tangga dengan menggunakan komposter. Sudah tak terhitung berapa ratus kilogram sampah yang sudah rumah tangga kami kurangi karena telah melakukan pemilahan dan pengolahan sejak dari hulunya.

Hasil pupuk padat pun kembali digunakan untuk memperkaya media tanam organik di Rumah Hijau. Apa yang kita makan, kembali menjadi sesuatu yang akan kita makan lagi. Demikianlah siklus itu terus berkelanjutan dan kita dapat berperan aktif di dalam melestarikan bumi kita mulai dari hal2 kecil yang dapat kita lakukan di lingkungan sekitar kita.

Yuk, mulai memilah dan mengolah sampah rumah tangga kita :D


Friday, December 25, 2015

Catatan Hari ke-441 Komposting - Memperkaya Nutrisi Tanah dengan Limbah Kulit Telur

by
Salah satu postingan telat (latepost) saat Yanthi (3 tahun) berinisiatif untuk membantu menaburkan pupuk organik dari kulit telur yang disangrai beberapa minggu yang lalu. Kabarnya, selain sebagai tambahan nutrisi bagi tanah, kulit telur dapat menjauhkan hama dari tanaman.

Semoga tanaman2ku tumbuh subur dan sehat. Amin 😃
‪#‎latepost‬ ‪#‎rumahhijaunet‬
‪#‎urbanfarming‬ ‪#‎eggshell‬ ‪#‎fertilizer‬ ‪#‎pupuk‬ ‪#‎organic‬ ‪#‎organik‬ ‪#‎yanthi3yo‬

Wednesday, August 19, 2015

Hari ke-314 Komposting - Sawi to The Next Level Again

by

Waktunya memindahkan sawi. Peristiwa ini sekitar seminggu yang lalu, baru sempat diposting sekarang.

Secara umum, saatnya memindahkan sawi dari bak persemaian ke polybag adalah ketika daun sejatinya sudah berjumlah 3-4 helai. Dan seperti biasa, media tanam diberikan campuran pupuk padat, hasil dari komposting sampah rumah tangga.

Semoga dapat menjadi tanaman yang bermanfaat. Amin... :)

200 Likes @ RumahHijauNet Fanpage

by
Komposter dan pupuk padat yang dihasilkan

Terima kasih kepada para sahabat yang telah memberikan 'Like' pada Fanpage RumahHijauNet. Mungkin belum sebanyak fanpage lainnya, namun bagi saya, itu berarti apa yang saya lakukan selama ini di rumah tidak hanya bermanfaat bagi saya, namun juga diikuti kisah2nya oleh setidaknya 200 orang yang menyukai aktivitas di Rumah Hijau.

Semoga apa2 yang tersajikan di Rumah Hijau dapat selalu menjadi inspirasi bagi kita untuk berusaha menjadikan lingkungan di sekitar kita lebih baik lagi.

Salam Rumah Hijau! :)


Thursday, July 16, 2015

Catatan Hari ke-291 Komposting-Persiapan Pindahan

by

Pagi ini, di hari ke-291 komposting, beberapa bibit tanaman nai bai, selada dan kol ungu sudah menunjukkan 3-5 helai daunnya. Pertanda sudah waktunya bayi2 sayurku itu untuk dipindahkan dari bak persemaian ke polybag yang lebih besar.

Yang terlihat di sebelah kiri gambar adalah media tanam dan tanah, sedangkan di sebelah kanan adalah pupuk padat hasil komposting sampah rumah tangga yang sudah diaerasi.

Semoga menjadi sayuran yang sehat dan bermanfaat. Amin :)

Sunday, May 17, 2015

Catatan Hari ke-241 Komposting - Pupuk Padat dan Hasil Ayakannya

by
Hari ke-241 komposting. Kembali mengayak pupuk padat. Pupuk halus untuk pembibitan, pupuk kasar untuk pelengkap media tanam.

Delapan bulan menjalani hari-hari memilah dan mengolah sampah rumah tangga, sangat bersyukur masih semangat karena sudah menikmati hasilnya dan masih akan terus belajar :)

Wednesday, April 22, 2015

Catatan Hari ke-216 Komposting - Panen Bayam Kedua

by
Hari ini, aku kembali memanen bayam-bayam yang tumbuh di rumah, yang ditanam di dalam polybag, tumbuh kembali dengan pupuk dari pengolahan sampah rumah tangga. Bila dihitung-hitung, aku mulai memanen kembali bayam-bayamku 3 minggu setelah panen yang pertama.

Wah, jadi semangat menyemarakkan bayam dan aneka sayuran di rumah nih… ^^d

Friday, April 17, 2015

Catatan Hari ke-210 Komposting - 7 Bulan Komposting

by
Tidak terasa, sudah 7 bulan aku menjalani proses komposting, memilah dan mengolah sampah rumah tangga di rumah, lalu menikmati berbagai hasil dari proses tersebut. Mulai dari mendapatkan pupuk, menikmati hasil panen sayur dari kebun sendiri, sampai mendapatkan lembaran-lembaran rupiah dari hasil penjualan pupuk cair. 

Maka kesimpulan sementara selama proses 7 bulan ini adalah aku masih sangat menikmati setiap proses dan hasil yang dicapai. Yang jelas, tempat sampah di depan rumah yang berbau busuk karena tercampur antara sampah kering dan basah sudah tidak dialami lagi. 

Sunday, April 5, 2015

Catatan Hari ke-198 Komposting - Panen Bayam Perdana

by

Dua hari yang lalu, melihat semakin tumbuh besarnya bayam-bayam yang ditanam di rumah, aku memutuskan untuk mamanen saja bayam-bayam tersebut. Sebagian besar sudah berbunga dan telah menghasilkan bibit-bibit bayam yang baru. Dari sanalah aku mempelajari dari mana bibit bayam itu dihasilkan. Betul-betul dalam satu pohon bayam menghasilkan puluhan bahkan ratusan biji bayam :) 


Dan sungguh aku sangat mensyukuri dan menikmati bening bayam merah-hijau hasil dari pohon sendiri. Semoga dapat menikmati hasil panen berikutnya ^^d


Hasil panen pupuk padat dan cair


Wednesday, April 1, 2015

Catatan Hari ke-194 Komposting - Pupuk Padat sebagai Media Tanam

by


Hari ini kembali aku memanen pupuk cair dan padat dari komposter untuk mengolah sampah dapur di rumah. Bersyukur aku mendapatkan sekitar 4 liter pupuk cair dan pupuk padat. 

Ayakan pupuk padat dan sisanya
Melihat sisa ayakan pupuk padat, aku jadi terkenang saat sempat kebingungan ketika melihat sisa ayakan pupuk padat cukup banyak, sedangkan komposter masih terlihat penuh. Artinya kalau sisa ayakan itu dimasukkan ke dalam komposter, maka komposter menjadi penuh kembali dan tidak ada ruang untuk sampah dapur yang baru. 


Thursday, March 26, 2015

Catatan Hari ke-189 Komposting - Beras Organik

by
Hari ini, aku kembali memanen pupuk padat dan pupuk cair dari komposterku. Dan sebagaimana panen sebelumnya, aku memperoleh sekitar 4 liter pupuk cair. 

Dua hari yang lalu, rumahku kembali mendapat kunjungan dari wanita super sibuk, Mbak Wilda Yanti. Bagaimana tidak super sibuk, karena dari status-status beliau di FB, perjalanannya terlihat dari daerah ke daerah untuk memberikan edukasi seputar sampah dan pengolahannya. Maka bila ada waktu dimana beliau bisa mampir ke rumah, niscaya benar-benar disempatkan di dalam kepadatan jadwalnya. 

Kedatangan Mbak Wilda adalah untuk mengantarkan 5 kg beras organik yang sudah dijanjikannya untukku sebagai apresiasi karena aku dapat konsisten melakukan pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga sampai saat ini. 

Friday, March 20, 2015

Catatan Hari ke-182 Komposting - Giliran Kacang Panjang Berbuah

by

Hari ini, aku kembali memanen pupuk padat dan pupuk cair dari komposter di rumahku. Bila melihat dari kedua tempat yang terisi, maka aku memperoleh sekitar 4 liter pupuk cair. 

Dan hari ini aku kembali bersyukur bahwa tidak hanya buncis, namun kacang panjang yang kutanam pun sudah mulai berbuah. Berawal dari bunga-bunga berwarna kuning muda yang cantik, setelah rontok, memanjanglah bakal buah dari bunga, menjelma menjadi kacang panjang. 

Tuesday, March 3, 2015

Catatan Hari ke-166 Komposting - Sudah Kembali Normal

by
Hasil panen pupuk padat dan cair
Menjalani bulan kelima komposting, sungguh semakin banyak pelajaran dari pengalaman melakukan pemilahan dan pengolahan sampah rum

ah tangga. Salah satunya adalah betapa ukuran cacahan sampah sepertinya bisa menentukan kualitas pupuk yang dihasilkan.

Sebagaimana hasil panen hari ini dapat dikatakan cukup baik dan normal, setelah sempat mengalami hari-hari panen yang lebih penuh perjuangan di dalam musim hujan. Aroma pupuk padat dan warna sekitar 4,5 liter pupuk cair yang dihasilkan terlihat seperti saat pertama kali pupuk padat dan cair dipanen dahulu kala.


Wednesday, February 25, 2015

Catatan Hari ke-160 Komposting - Cerita Bayam

by
Di hari ke-160 menjalani komposting ini, kembali aku memperoleh hasil dari komposter berupa pupuk padat dan pupuk cair, kali ini sejumlah sekitar 2,5 liter.

Salah satu tanaman yang kucoba tanam di rumah adalah bayam merah dan bayam hijau. Semua bibitnya diperoleh dari Mbak Lala yang memiliki simpanan bibit-bibit buah tangan perjalanan ke pertanian organik.



Friday, February 6, 2015

Catatan Hari ke-141 Komposting - Akibat Terlambat Memanen Pupuk Cair

by

Hasil panen pupuk padat dan cair dari komposter
Ada yang tidak biasa saat aku memanen pupuk cair dan padat pada hari ini. Tong komposter terasa begitu berat dan bunyi pupuk cair yang mengucur seakan tidak habis-habis. Begitu tong komposter kuangkat, kudapati jumlah pupuk cair yang sangat banyak. Hasilnya mencapai 5 liter! 

Namun hasil pupuk cair yang melimpah itu ternyata telah merendam bagian bawah komposter, menyebabkan pupuk padatnya terendam oleh pupuk cair, entah telah berapa lama. Yang jelas, saat memanen, aroma pupuknya lebih pekat dari biasanya. Demikian pula tekstur pupuk padat yang terlihat lebih basah. 

Wednesday, December 31, 2014

Catatan Hari ke-104 Komposting - Bioaktivator dari NatureXa

by
Di tengah gerimis yang turun, siang ini aku kembali mengayak pupuk padat, lalu memanen pupuk cair dan padat. Bersyukur hari ini kembali mendapat sekitar 1,5 liter pupuk cair. Kalau sehari aku biasa memakai sekitar 300 ml untuk tanaman-tanaman yang sedang ditumbuhkan, maka kurang lebih aku punya stok pupuk untuk 5 hari ke depan nih :) 

Hari Minggu malam yang lalu, akhirnya Mbak Wilda datang juga membawa penggembur yang kupesan sejak lama. Kedatangan Mbak Wilda dan penggemburnya sungguh sangat diharapkan, karena penggembur yang kumiliki sudah semakin menipis, jadi memakainya agak dihemat-hemat juga. Sebetulnya ada serbuk gergaji untuk menggantikannya, tapi ya begitulah, kualitas hasil pupuknya jadi lebih berbau dan muncul jamur putihnya. 

Sunday, December 28, 2014

Catatan Hari ke-100 Komposting - Tips Aerasi Pupuk Cair

by

Hasil ayakan pupuk padat dan sisanya

Setelah melewati 3 bulan komposting, kini aku bersyukur karena sudah memasuki hari ke-100 melakukan proses komposting sampah rumah tangga di rumah. Dan sampai hari ini, aku masih bersemangat melakukannya. Sebagaimana hari ini aku memanen pupuk cair cukup banyak, sekitar 2,5 liter, juga pupuk padat yang kuambil secukupnya. 

Tuesday, December 23, 2014

Catatan Hari ke-95 Komposting - Merenungi Sistem Seleksi Alam

by
Hasil ayakan pupuk padat dan sisanya

Panen pupuk cair dan pupuk padat

Hari ini, aku kembali berkesempatan memanen pupuk padat dan cair dari komposter di rumahku, setelah sebelumnya mengayak pupuk padat yang dipanen sebelumnya. Dan begitulah, karena musim hujan dan hujan turun cukup intens akhir-akhir ini, dan aku pun terkadang terlewat menutup pupuk padatku sehingga basah terkena cipratan air hujan, hal itu pun membuat hasil ayakan pupuk padat menjadi tidak terlalu banyak. 

Beberapa hari yang lalu, aku sedang menyemai semua bibit tanaman yang kumiliki di rumah. Pada saat yang bersamaan, aku memiliki beberapa tanaman melon dan cabai yang mulai besar, yang sudah berada di dalam kantong-kantong polybag hitam, tidak lagi di bak persemaian. 

Dari apa yang kualami, aku melihat betapa sesungguhnya bumi ini memiliki sistem untuk menghijaukan dirinya kembali. Dapat dilihat dari satu buah melon saja, setiap bijinya merupakan potensi kehidupan untuk menjadi satu pohon melon yang baru. Demikian pula pada tanaman cabai dimana biji-bijiannya yang biasa dihabiskan dengan sekali lahap, ternyata di dalam setiap bijinya merupakan bibit yang berpotensi menjadi satu pohon cabai yang baru. 

Dari apa yang kualami pula, aku melihat betapa setiap potensi untuk tumbuh tersebut ternyata harus melalui seleksi alam juga. Benih yang berada pada lahan yang subur, lalu lingkungan tumbuhnya memungkinkan ia tumbuh optimal, membuatnya dapat tumbuh menjadi pohon baru yang berbuah lagi. Namun yang harus dihadapinya tidak hanya itu. Ada hama seperti kutu-kutu daun maupun semut-semut merah yang dapat menggerogoti nutrisi yang ada di dalam tubuhnya. 

Maka setiap individu di atas bumi sesungguhnya mengalami seleksi alam sebagaimana yang kusaksikan ini. Saat memijahkan, hampir semua biji yang potensial dapat lahir. Namun saat tumbuh, bila lingkungan tidak mendukung dan dari dalam tumbuhan itu sendiri tidak dapat menyesuaikan diri, maka ia akan mati. Hanya yang mampu bertahan dan beradaptasi dengan keadaan lingkunganlah yang akan terus hidup. 

Sedih juga rasanya saat menyaksikan beberapa tanaman melon, cabai dan pepayaku akhirnya harus terkulai lemas dan mati. Begitulah harga dari proses belajarku. Kini aku sudah lebih siap untuk memijahkan bibit-bibit selanjutnya. Learning by doing, itulah yang terus dan akan selalu kujalani, terkhusus dalam hal bercocok-tanam. 


Semoga aku dapat menjadi bagian dari individu yang dapat bertahan hidup dan pula dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sambil berusaha menjalani perananku di dalam kehidupan ini. Apa perananku? Entahlah, sampai hari ini aku masih terus mencari. Setidaknya saat ini aku berusaha untuk menjadi anak, saudara, suami dan ayah yang baik bagi keluargaku. Dan semoga dengan upaya sederhana mendokumentasi hari demi hari menjalani proses komposting dengan sampah rumah tangga ini dapat memberi kontribusi untuk perbaikan lingkungan. Walau tak seberapa, namun sungguh aku sangat berbahagia menjalaninya hingga hari ini. Semoga konsisten. Amin :)  

Top Ad 728x90