Kegiatan komposting dan panen pupuk cair pagi ini.
Sambil mengerjakannya, aku merenungi bahwa tak terasa sudah menuju 3 tahun menjalani dan kenikmatan hasil dari komposting. Masih teringat di benak saya saat mbak Wilda Yanti, CEO dari PT Xaviera Global Synergy, datang ke rumah untuk memperkenalkan metode komposting sampah rumah tangga. Kebetulan mbak Lala dan mbak Wilda sama2 mendapat penghargaan di sebuah event sebagai wanita2 yang menginspirasi di bidangnya masing2.
Komposting pada dasarnya adalah proses memilah dan mengolah sampah, baik organik maupun anorganik. Masih teringat ucapan mbak Wilda saat beliau mengatakan bahwa lebih mudah mengurusi pengolahan sampah secara kawasan daripada rumah tangga, karena membutuhkan konsistensi sang empunya rumah.
Dan sampai sekarang, ternyata saya masih konsisten dengan komposter yang sama, dengan bakteri, ember dan gunting yang sama.
Kalau ditanya mengapa, tentu karena saya dan keluarga merasakan manfaatnya. Tempat sampah di depan rumah sudah tidak berbau busuk, ditambah saya memiliki pupuk padat dan pupuk cair untuk berkebun secara organik di rumah.
Dan tentu, dengan berusaha memahami gambaran besarnya (berkat inspirasi dari bang Andhyka nih 😉🙏) membuat saya juga menjadi selalu termotivasi, yaitu saya meyakini bahwa apa yang saya lakukan adalah sebuah langkah kecil di dalam gerakan turut menyejahterakan lingkungan dan bumi ini. Walau sedikit jumlahnya, setidaknya saya sudah mengurangi volume sampah di TPA. Karena dengan sampah yang terpilah, organik akan kembali ke tanah, sedangkan anorganik bisa dimanfaatkan ulang anak2 untuk berkreasi, diambil oleh pemulung atau disetorkan ke bank sampah.
Bayangkan, bila ada 1 juta orang saja melakukan hal yang sama, betapa banyaknya jumlah sampah yang bisa dikurangi 😊
Masih betah bacanya? 😆
Bila ada yang masih membaca tulisan panjang saya di #HariKedelapan #NulisRandom2017 ini, bisa jadi Anda adalah sebagian dari penghuni bumi ini yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Oleh karena itu saya mengajak Anda, yuk, pilah sampah rumah tangga kita. Semua berawal dari memilah dulu. Selanjutnya, kita bisa ngobrol2 lagi seputar teknik pengolahan yang bisa dilakukan di tempat tinggal Anda.
Mau? 😉
"People can say they care, but it means nothing until they prove it" - coolnsmart.com
Cipinang Muara, 8 Juni 2017
#rumahhijaunet
#komposting
#composting
Showing posts with label pupuk cair. Show all posts
Showing posts with label pupuk cair. Show all posts
Thursday, June 8, 2017
Tuesday, February 23, 2016
by Andito
10:12 PM
Mempersiapkan pupuk cair hasil komposting untuk sharing Easy Composting di acara Living World Asri Home Festival @ Mal Living World Alam Sutera siang ini.Monggo mampir bagi yang berkenan. Bagi yang tak sempat hadir, mohon doanya ya teman2 😃
Semoga bermanfaat bagi siapa pun yang hadir di acara ini. Amin
Tuesday, February 9, 2016
by Andito
10:37 AM
Tak terasa sudah 500 hari melakukan kegiatan komposting di rumah. Sungguh aku bersyukur dapat menjalani proses tersebut hingga hari ini.
Kuakui bahwa akhir2 ini aku agak kurang rajin mengolah sampah rumah tanggaku. Namun perlu diakui juga kalau proses pemilahan sampah organik dan anorganik membuat kondisi persampahan di rumah jauh lebih menyenangkan karena lebih bebas bau dan lebih bersih. Dan andai aku tidak sempat (baca: malas 😁) mengolah sampah rumah tanggaku, aku masih bisa menggali tanah lalu menguburkan sampah organikku di sana.
Intinya, aku mendapatkan banyak sekali manfaat dari kegiatan komposting ini. Semoga dapat terus konsisten di hari2 mendatang. Amin... 😃👍
Thursday, November 5, 2015
by Andito
11:05 AM
Hari ini, aku dihubungi Tante Reni, salah seorang sahabat yang telah beberapa kali membeli pupuk cair dariku. Masih urusan pupuk cair, namun kali ini untuk sahabatnya, Tante Ine, yang juga memiliki hobi mengurus tanaman.
Setibanya di rumah, sempat melihat2 tanaman di kebun sebelah, Tante Ine membeli pupuk cair juga satu pot bibit mint.
Terima kasih ya, Tante Reni dan Tante Ine. Semoga pupuk cair dan daun mintnya bermanfaat 😃
Setibanya di rumah, sempat melihat2 tanaman di kebun sebelah, Tante Ine membeli pupuk cair juga satu pot bibit mint.
Terima kasih ya, Tante Reni dan Tante Ine. Semoga pupuk cair dan daun mintnya bermanfaat 😃
Friday, October 23, 2015
by Andito
8:33 PM
Saat mendapat kesempatan untuk melihat tempat pengolahan sampah di Taman Ismail Marzuki hari Minggu yang lalu dan bertemu langsung dengan Mbak Wilda Yanti, saya diberi oleh2 satu liter pupuk organik dari urin kelinci.
Maka mulai hari ini, pupuk tersebut sudah menjadi bagian dari pupuk cair yang kusiramkan ke tanaman. Semoga tanaman2 di rumah menjadi lebih sehat dan subur karenanya. Amin :) Terima kasih ya, Mbak Wilda ^^d
Maka mulai hari ini, pupuk tersebut sudah menjadi bagian dari pupuk cair yang kusiramkan ke tanaman. Semoga tanaman2 di rumah menjadi lebih sehat dan subur karenanya. Amin :) Terima kasih ya, Mbak Wilda ^^d
Sunday, October 4, 2015
by Andito
5:20 PM
Terinspirasi dari sharing Bu Ratih Mutualita yang membuat MOL (mikroorganisme lokal) untuk komposting di rumahnya, saat acara peluncuran buku bersama Indonesia Berkebun, menggunakan air beras dan gula yang diendapkan selama 2 minggu, kini aku menampung air cucian beras pertama di rumah dalam jerigen2 ukuran 5 liter. Bila ada buah2an busuk, mereka menjadi campurannya. Bila tidak ada, maka gula pasir atau gula merah yang menjadi campurannya.
Setelah jadi (diendapkan 2 minggu), ramuan ini kusiramkan saja di tanah. Sebagian kusiramkan pada tumpukan daun kering yang ada di tanah sebelah. Aku berharap bakteri di dalam air beras dapat mengurai daun2 kering sehingga lebih cepat menjadi kompos.
Sebuah cara lain untuk memanfaatkan limbah rumah tangga kita :)
#airberas #ricewater #reuse #rumahhijaunet #fertilizer #organik #organic
Setelah jadi (diendapkan 2 minggu), ramuan ini kusiramkan saja di tanah. Sebagian kusiramkan pada tumpukan daun kering yang ada di tanah sebelah. Aku berharap bakteri di dalam air beras dapat mengurai daun2 kering sehingga lebih cepat menjadi kompos.
Sebuah cara lain untuk memanfaatkan limbah rumah tangga kita :)
#airberas #ricewater #reuse #rumahhijaunet #fertilizer #organik #organic
Wednesday, August 19, 2015
by Andito
4:58 PM
#BahagiaAdalah punya sahabat juragan KanGen Water. Selain diberi kebaikan free flow untuk kebutuhan air minum di rumah, kini tanaman2 di rumah juga kebagian KanGen Water dengan kondisi tertentu yang merupakan hasil sampingan dari proses peningkatan kualitas air minum tersebut.
KanGen Water dikabarkan mengandung pH yang tepat untuk menjaga kondisi tubuh tetap basa. Karena konon suasana asam di tubuhlah yang membuat tubuh menjadi mudah terkena penyakit.
Tidak hanya itu, KanGen Water juga mengandung antioksidan yang baik untuk mencegah radikal bebas berkembang di dalam tubuh. Dan partikel air yang lebih kecil (microcluster) membuat air menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh. (Kenapa jadi promo KanGen Water gini ya?... xD)
KanGen Water dikabarkan mengandung pH yang tepat untuk menjaga kondisi tubuh tetap basa. Karena konon suasana asam di tubuhlah yang membuat tubuh menjadi mudah terkena penyakit.
Tidak hanya itu, KanGen Water juga mengandung antioksidan yang baik untuk mencegah radikal bebas berkembang di dalam tubuh. Dan partikel air yang lebih kecil (microcluster) membuat air menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh. (Kenapa jadi promo KanGen Water gini ya?... xD)
Tuesday, May 26, 2015
by Andito
12:37 PM
Seiring terus mengalirnya pupuk cair dari hasil komposting, kini sudah tersedia lebih dari 15 liter pupuk cair di Rumah Hijau bagi siapa saja yang berminat. Silakan free trial bagi yang berkenan mengambil langsung di Rumah Hijau.
Info lebih lanjut, silakan japri melalui Fanpage Rumah Hijau atau email di rumahhijaunet@gmail.com ya :)
Wednesday, May 20, 2015
Wednesday, April 22, 2015
by Andito
10:19 PM
Hari ini, aku kembali memanen bayam-bayam yang tumbuh di rumah, yang ditanam di dalam polybag, tumbuh kembali dengan pupuk dari pengolahan sampah rumah tangga. Bila dihitung-hitung, aku mulai memanen kembali bayam-bayamku 3 minggu setelah panen yang pertama.
Wah, jadi semangat menyemarakkan bayam dan aneka sayuran di rumah nih… ^^d
Friday, April 17, 2015
by Andito
5:00 AM
Tidak terasa, sudah 7 bulan aku menjalani proses komposting, memilah dan mengolah sampah rumah tangga di rumah, lalu menikmati berbagai hasil dari proses tersebut. Mulai dari mendapatkan pupuk, menikmati hasil panen sayur dari kebun sendiri, sampai mendapatkan lembaran-lembaran rupiah dari hasil penjualan pupuk cair.
Maka kesimpulan sementara selama proses 7 bulan ini adalah aku masih sangat menikmati setiap proses dan hasil yang dicapai. Yang jelas, tempat sampah di depan rumah yang berbau busuk karena tercampur antara sampah kering dan basah sudah tidak dialami lagi.
Sunday, April 5, 2015
by Andito
5:00 AM
Dua hari yang lalu, melihat semakin tumbuh besarnya bayam-bayam yang ditanam di rumah, aku memutuskan untuk mamanen saja bayam-bayam tersebut. Sebagian besar sudah berbunga dan telah menghasilkan bibit-bibit bayam yang baru. Dari sanalah aku mempelajari dari mana bibit bayam itu dihasilkan. Betul-betul dalam satu pohon bayam menghasilkan puluhan bahkan ratusan biji bayam :)
Dan sungguh aku sangat mensyukuri dan menikmati bening bayam merah-hijau hasil dari pohon sendiri. Semoga dapat menikmati hasil panen berikutnya ^^d
![]() |
| Hasil panen pupuk padat dan cair |
Wednesday, April 1, 2015
by Andito
5:00 AM
Hari ini kembali aku memanen pupuk cair dan padat dari komposter untuk mengolah sampah dapur di rumah. Bersyukur aku mendapatkan sekitar 4 liter pupuk cair dan pupuk padat.
![]() |
| Ayakan pupuk padat dan sisanya |
Melihat sisa ayakan pupuk padat, aku jadi terkenang saat sempat kebingungan ketika melihat sisa ayakan pupuk padat cukup banyak, sedangkan komposter masih terlihat penuh. Artinya kalau sisa ayakan itu dimasukkan ke dalam komposter, maka komposter menjadi penuh kembali dan tidak ada ruang untuk sampah dapur yang baru.
Thursday, March 26, 2015
by Andito
7:38 PM
Hari ini, aku kembali memanen pupuk padat dan pupuk cair dari komposterku. Dan sebagaimana panen sebelumnya, aku memperoleh sekitar 4 liter pupuk cair.
Dua hari yang lalu, rumahku kembali mendapat kunjungan dari wanita super sibuk, Mbak Wilda Yanti. Bagaimana tidak super sibuk, karena dari status-status beliau di FB, perjalanannya terlihat dari daerah ke daerah untuk memberikan edukasi seputar sampah dan pengolahannya. Maka bila ada waktu dimana beliau bisa mampir ke rumah, niscaya benar-benar disempatkan di dalam kepadatan jadwalnya. Kedatangan Mbak Wilda adalah untuk mengantarkan 5 kg beras organik yang sudah dijanjikannya untukku sebagai apresiasi karena aku dapat konsisten melakukan pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga sampai saat ini.
Friday, March 20, 2015
by Andito
5:00 AM
Hari ini, aku kembali memanen pupuk padat dan pupuk cair dari komposter di rumahku. Bila melihat dari kedua tempat yang terisi, maka aku memperoleh sekitar 4 liter pupuk cair.
Dan hari ini aku kembali bersyukur bahwa tidak hanya buncis, namun kacang panjang yang kutanam pun sudah mulai berbuah. Berawal dari bunga-bunga berwarna kuning muda yang cantik, setelah rontok, memanjanglah bakal buah dari bunga, menjelma menjadi kacang panjang.
Monday, March 16, 2015
by Andito
5:00 AM
Hari ini sudah kedua kalinya aku memanen pupuk cair tanpa memanen pupuk padat. Dan hasilnya cukup banyak, lebih dari 4 liter.
Dan pada hari ini aku dibahagiakan dengan telah munculnya buah-buah buncis di kebun kecilku, yang berawal dari bunga-bunga berwarna ungu yang cantik. Sungguh aku bersyukur karena semua itu adalah hasil tanam mandiri dengan pupuk yang berasal dari sampah dapur rumah tangga, baik pupuk padat yang menjadi media tanamnya maupun pupuk cair yang disemprotkan secara rutin setiap harinya (atau 2 hari sekali kalau sedang tidak sempat).
Tuesday, March 10, 2015
by Andito
5:00 AM
Di hari ke-172 komposting ini, kembali aku melihat bahwa komposterku menghasilkan pupuk cair yang cukup banyak, walau belum dipenuhi sampah sejak panen pupuk padat yang terakhir. Sebagaimana hari ini, kembali aku memanen pupuk cair dengan jumlah cukup banyak, sekitar 5 liter.
Dan pada hari ini pula, aku berhasil mengumpulkan 5 liter pupuk cair yang sudah diaerasi. Rencananya, pupuk cair ini akan dikemas sesuai dengan standar yang akan diajarkan Mbak Wilda. Kapan waktunya? Tunggu Mbak Wilda atau sahabat-sahabat dari Xaveria punya waktu untuk mampir ke rumah. Dan melalui tulisan ini aku sudah melaporkan bahwa lima liter pupuk cair siap dikemas ya Mbak! :)
Tuesday, March 3, 2015
by Andito
6:00 AM
![]() |
| Hasil panen pupuk padat dan cair |
ah tangga. Salah satunya adalah betapa ukuran cacahan sampah sepertinya bisa menentukan kualitas pupuk yang dihasilkan.
Sebagaimana hasil panen hari ini dapat dikatakan cukup baik dan normal, setelah sempat mengalami hari-hari panen yang lebih penuh perjuangan di dalam musim hujan. Aroma pupuk padat dan warna sekitar 4,5 liter pupuk cair yang dihasilkan terlihat seperti saat pertama kali pupuk padat dan cair dipanen dahulu kala.
Wednesday, February 25, 2015
by Andito
6:00 AM
Di hari ke-160 menjalani komposting ini, kembali aku memperoleh hasil dari komposter berupa pupuk padat dan pupuk cair, kali ini sejumlah sekitar 2,5 liter.
Salah satu tanaman yang kucoba tanam di rumah adalah bayam merah dan bayam hijau. Semua bibitnya diperoleh dari Mbak Lala yang memiliki simpanan bibit-bibit buah tangan perjalanan ke pertanian organik.
Salah satu tanaman yang kucoba tanam di rumah adalah bayam merah dan bayam hijau. Semua bibitnya diperoleh dari Mbak Lala yang memiliki simpanan bibit-bibit buah tangan perjalanan ke pertanian organik.
Friday, February 20, 2015
by Andito
11:07 PM
| Hasil panen pupuk cair |
Hari ini, kembali aku memanen pupuk cair dari komposter. Tanpa pupuk padat, karena komposter masih belum terlalu penuh sejak panen yang terakhir.
Dapat dikatakan bahwa panen pupuk akhir-akhir ini sepertinya menunjukkan peningkatan hasil pupuk yang lumayan. Hari ini saja, aku memperoleh lebih dari 2 liter pupuk cair. Dan karena kebun di rumah belum membutuhkan terlalu banyak pupuk, maka kini aku sedang berkelebihan stok pupuk cair.
Subscribe to:
Posts (Atom)
















