Top Ad 728x90


Showing posts with label panen pupuk. Show all posts
Showing posts with label panen pupuk. Show all posts

Saturday, March 10, 2018

Vlog Rumah Hijau: Panen Pupuk Padat Hasil Komposting Sampah Rumah Tangga

by

Tidak hanya pupuk cair, pupuk padat adalah hasil yang dapat diperoleh bila mengolah sampah rumah tangga dengan menggunakan komposter.

Sekali lagi terima kasih kepada mentor saya, Mbak Wilda Yanti, yang telah memperkenalkan cara mengolah sampah rumah tangga dengan menggunakan komposter. Sudah tak terhitung berapa ratus kilogram sampah yang sudah rumah tangga kami kurangi karena telah melakukan pemilahan dan pengolahan sejak dari hulunya.

Hasil pupuk padat pun kembali digunakan untuk memperkaya media tanam organik di Rumah Hijau. Apa yang kita makan, kembali menjadi sesuatu yang akan kita makan lagi. Demikianlah siklus itu terus berkelanjutan dan kita dapat berperan aktif di dalam melestarikan bumi kita mulai dari hal2 kecil yang dapat kita lakukan di lingkungan sekitar kita.

Yuk, mulai memilah dan mengolah sampah rumah tangga kita :D


Thursday, June 8, 2017

Cerita Komposting dan Panen Pupuk Cair Pagi Ini

by
Kegiatan komposting dan panen pupuk cair pagi ini.

Sambil mengerjakannya, aku merenungi bahwa tak terasa sudah menuju 3 tahun menjalani dan kenikmatan hasil dari komposting. Masih teringat di benak saya saat mbak Wilda Yanti, CEO dari PT Xaviera Global Synergy, datang ke rumah untuk memperkenalkan metode komposting sampah rumah tangga. Kebetulan mbak Lala dan mbak Wilda sama2 mendapat penghargaan di sebuah event sebagai wanita2 yang menginspirasi di bidangnya masing2.

Komposting pada dasarnya adalah proses memilah dan mengolah sampah, baik organik maupun anorganik. Masih teringat ucapan mbak Wilda saat beliau mengatakan bahwa lebih mudah mengurusi pengolahan sampah secara kawasan daripada rumah tangga, karena membutuhkan konsistensi sang empunya rumah.

Dan sampai sekarang, ternyata saya masih konsisten dengan komposter yang sama, dengan bakteri, ember dan gunting yang sama.

Kalau ditanya mengapa, tentu karena saya dan keluarga merasakan manfaatnya. Tempat sampah di depan rumah sudah tidak berbau busuk, ditambah saya memiliki pupuk padat dan pupuk cair untuk berkebun secara organik di rumah.

Dan tentu, dengan berusaha memahami gambaran besarnya (berkat inspirasi dari bang Andhyka nih 😉🙏) membuat saya juga menjadi selalu termotivasi, yaitu saya meyakini bahwa apa yang saya lakukan adalah sebuah langkah kecil di dalam gerakan turut menyejahterakan lingkungan dan bumi ini. Walau sedikit jumlahnya, setidaknya saya sudah mengurangi volume sampah di TPA. Karena dengan sampah yang terpilah, organik akan kembali ke tanah, sedangkan anorganik bisa dimanfaatkan ulang anak2 untuk berkreasi, diambil oleh pemulung atau disetorkan ke bank sampah.

Bayangkan, bila ada 1 juta orang saja melakukan hal yang sama, betapa banyaknya jumlah sampah yang bisa dikurangi 😊

Masih betah bacanya? 😆

Bila ada yang masih membaca tulisan panjang saya di #HariKedelapan #NulisRandom2017 ini, bisa jadi Anda adalah sebagian dari penghuni bumi ini yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Oleh karena itu saya mengajak Anda, yuk, pilah sampah rumah tangga kita. Semua berawal dari memilah dulu. Selanjutnya, kita bisa ngobrol2 lagi seputar teknik pengolahan yang bisa dilakukan di tempat tinggal Anda.

Mau? 😉

"People can say they care, but it means nothing until they prove it" - coolnsmart.com

Cipinang Muara, 8 Juni 2017

#rumahhijaunet
#komposting
#composting


Wednesday, April 22, 2015

Catatan Hari ke-216 Komposting - Panen Bayam Kedua

by
Hari ini, aku kembali memanen bayam-bayam yang tumbuh di rumah, yang ditanam di dalam polybag, tumbuh kembali dengan pupuk dari pengolahan sampah rumah tangga. Bila dihitung-hitung, aku mulai memanen kembali bayam-bayamku 3 minggu setelah panen yang pertama.

Wah, jadi semangat menyemarakkan bayam dan aneka sayuran di rumah nih… ^^d

Friday, April 17, 2015

Catatan Hari ke-210 Komposting - 7 Bulan Komposting

by
Tidak terasa, sudah 7 bulan aku menjalani proses komposting, memilah dan mengolah sampah rumah tangga di rumah, lalu menikmati berbagai hasil dari proses tersebut. Mulai dari mendapatkan pupuk, menikmati hasil panen sayur dari kebun sendiri, sampai mendapatkan lembaran-lembaran rupiah dari hasil penjualan pupuk cair. 

Maka kesimpulan sementara selama proses 7 bulan ini adalah aku masih sangat menikmati setiap proses dan hasil yang dicapai. Yang jelas, tempat sampah di depan rumah yang berbau busuk karena tercampur antara sampah kering dan basah sudah tidak dialami lagi. 

Sunday, April 5, 2015

Catatan Hari ke-198 Komposting - Panen Bayam Perdana

by

Dua hari yang lalu, melihat semakin tumbuh besarnya bayam-bayam yang ditanam di rumah, aku memutuskan untuk mamanen saja bayam-bayam tersebut. Sebagian besar sudah berbunga dan telah menghasilkan bibit-bibit bayam yang baru. Dari sanalah aku mempelajari dari mana bibit bayam itu dihasilkan. Betul-betul dalam satu pohon bayam menghasilkan puluhan bahkan ratusan biji bayam :) 


Dan sungguh aku sangat mensyukuri dan menikmati bening bayam merah-hijau hasil dari pohon sendiri. Semoga dapat menikmati hasil panen berikutnya ^^d


Hasil panen pupuk padat dan cair


Wednesday, April 1, 2015

Catatan Hari ke-194 Komposting - Pupuk Padat sebagai Media Tanam

by


Hari ini kembali aku memanen pupuk cair dan padat dari komposter untuk mengolah sampah dapur di rumah. Bersyukur aku mendapatkan sekitar 4 liter pupuk cair dan pupuk padat. 

Ayakan pupuk padat dan sisanya
Melihat sisa ayakan pupuk padat, aku jadi terkenang saat sempat kebingungan ketika melihat sisa ayakan pupuk padat cukup banyak, sedangkan komposter masih terlihat penuh. Artinya kalau sisa ayakan itu dimasukkan ke dalam komposter, maka komposter menjadi penuh kembali dan tidak ada ruang untuk sampah dapur yang baru. 


Thursday, March 26, 2015

Catatan Hari ke-189 Komposting - Beras Organik

by
Hari ini, aku kembali memanen pupuk padat dan pupuk cair dari komposterku. Dan sebagaimana panen sebelumnya, aku memperoleh sekitar 4 liter pupuk cair. 

Dua hari yang lalu, rumahku kembali mendapat kunjungan dari wanita super sibuk, Mbak Wilda Yanti. Bagaimana tidak super sibuk, karena dari status-status beliau di FB, perjalanannya terlihat dari daerah ke daerah untuk memberikan edukasi seputar sampah dan pengolahannya. Maka bila ada waktu dimana beliau bisa mampir ke rumah, niscaya benar-benar disempatkan di dalam kepadatan jadwalnya. 

Kedatangan Mbak Wilda adalah untuk mengantarkan 5 kg beras organik yang sudah dijanjikannya untukku sebagai apresiasi karena aku dapat konsisten melakukan pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga sampai saat ini. 

Friday, March 20, 2015

Catatan Hari ke-182 Komposting - Giliran Kacang Panjang Berbuah

by

Hari ini, aku kembali memanen pupuk padat dan pupuk cair dari komposter di rumahku. Bila melihat dari kedua tempat yang terisi, maka aku memperoleh sekitar 4 liter pupuk cair. 

Dan hari ini aku kembali bersyukur bahwa tidak hanya buncis, namun kacang panjang yang kutanam pun sudah mulai berbuah. Berawal dari bunga-bunga berwarna kuning muda yang cantik, setelah rontok, memanjanglah bakal buah dari bunga, menjelma menjadi kacang panjang. 

Monday, March 16, 2015

Catatan Hari ke-178 Komposting - Buncis Berbuah

by

Hari ini sudah kedua kalinya aku memanen pupuk cair tanpa memanen pupuk padat. Dan hasilnya cukup banyak, lebih dari 4 liter. 

Dan pada hari ini aku dibahagiakan dengan telah munculnya buah-buah buncis di kebun kecilku, yang berawal dari bunga-bunga berwarna ungu yang cantik. Sungguh aku bersyukur karena semua itu adalah hasil tanam mandiri dengan pupuk yang berasal dari sampah dapur rumah tangga, baik pupuk padat yang menjadi media tanamnya maupun pupuk cair yang disemprotkan secara rutin setiap harinya (atau 2 hari sekali kalau sedang tidak sempat). 

Tuesday, March 10, 2015

Catatan Hari ke-172 Komposting - Lima Liter Pupuk Cair Siap Dikemas

by
Di hari ke-172 komposting ini, kembali aku melihat bahwa komposterku menghasilkan pupuk cair yang cukup banyak, walau belum dipenuhi sampah sejak panen pupuk padat yang terakhir. Sebagaimana hari ini, kembali aku memanen pupuk cair dengan jumlah cukup banyak, sekitar 5 liter. 

Dan pada hari ini pula, aku berhasil mengumpulkan 5 liter pupuk cair yang sudah diaerasi. Rencananya, pupuk cair ini akan dikemas sesuai dengan standar yang akan diajarkan Mbak Wilda. Kapan waktunya? Tunggu Mbak Wilda atau sahabat-sahabat dari Xaveria punya waktu untuk mampir ke rumah. Dan melalui tulisan ini aku sudah melaporkan bahwa lima liter pupuk cair siap dikemas ya Mbak! :)  

Tuesday, March 3, 2015

Catatan Hari ke-166 Komposting - Sudah Kembali Normal

by
Hasil panen pupuk padat dan cair
Menjalani bulan kelima komposting, sungguh semakin banyak pelajaran dari pengalaman melakukan pemilahan dan pengolahan sampah rum

ah tangga. Salah satunya adalah betapa ukuran cacahan sampah sepertinya bisa menentukan kualitas pupuk yang dihasilkan.

Sebagaimana hasil panen hari ini dapat dikatakan cukup baik dan normal, setelah sempat mengalami hari-hari panen yang lebih penuh perjuangan di dalam musim hujan. Aroma pupuk padat dan warna sekitar 4,5 liter pupuk cair yang dihasilkan terlihat seperti saat pertama kali pupuk padat dan cair dipanen dahulu kala.


Wednesday, February 25, 2015

Catatan Hari ke-160 Komposting - Cerita Bayam

by
Di hari ke-160 menjalani komposting ini, kembali aku memperoleh hasil dari komposter berupa pupuk padat dan pupuk cair, kali ini sejumlah sekitar 2,5 liter.

Salah satu tanaman yang kucoba tanam di rumah adalah bayam merah dan bayam hijau. Semua bibitnya diperoleh dari Mbak Lala yang memiliki simpanan bibit-bibit buah tangan perjalanan ke pertanian organik.



Tuesday, February 17, 2015

Catatan Hari ke-152 Komposting - Panen Cabai Merah Keriting Pertama

by

Hari ini menjadi salah satu hari bersejarah bagiku, yaitu hari pertama panen cabe merah keriting hasil dari kebun sendiri. Ditanam dari biji cabai yang dibeli di pasar, yang telah membusuk sehingga tidak termakan. Pupuknya? Hanya menggunakan pupuk kandang untuk campuran media tanam dan pupuk padat serta cair dari komposter.


Wednesday, February 11, 2015

Catatan Hari ke-146 Komposting - Panen Pupuk Cair Tanpa Pupuk Padat agar Pupuk Tidak Terendam

by
Hasil panen pupuk cair dari komposter
Hari ini, aku memanen pupuk cair saja dari komposter, karena komposter belum terlalu penuh sehingga pupuk padatnya belum waktunya untuk dipanen. Hal ini dilakukan untuk menghindari terendamnya pupuk padat oleh pupuk cair sebagaimana sebelumnya. Dan sungguh hal itu membuat hasil panen pupuk padat menjadi awet baunya.

Oleh karena itu, sungguh aku berterima kasih kepada seluruh keluargaku di rumah yang tetap mendukung kegiatan komposting yang kulakukan, walau beberapa hari yang lalu sempat mengeluhkan bau yang tercium cukup menyengat dari komposter dan berlangsung cukup lama. Bila biasanya setengah hari setelah panen bau sudah tidak terlalu terasa, akibat pupuk terendam ternyata baunya bisa bertahan mencapai 3-4 hari. Ditambah cuaca yang lembab karena hujan, proses aerasi pun berjalan lebih lambat yang menyebabkan bau pupuk tidak cepat berkurang.


Friday, February 6, 2015

Catatan Hari ke-141 Komposting - Akibat Terlambat Memanen Pupuk Cair

by

Hasil panen pupuk padat dan cair dari komposter
Ada yang tidak biasa saat aku memanen pupuk cair dan padat pada hari ini. Tong komposter terasa begitu berat dan bunyi pupuk cair yang mengucur seakan tidak habis-habis. Begitu tong komposter kuangkat, kudapati jumlah pupuk cair yang sangat banyak. Hasilnya mencapai 5 liter! 

Namun hasil pupuk cair yang melimpah itu ternyata telah merendam bagian bawah komposter, menyebabkan pupuk padatnya terendam oleh pupuk cair, entah telah berapa lama. Yang jelas, saat memanen, aroma pupuknya lebih pekat dari biasanya. Demikian pula tekstur pupuk padat yang terlihat lebih basah. 

Wednesday, December 31, 2014

Catatan Hari ke-104 Komposting - Bioaktivator dari NatureXa

by
Di tengah gerimis yang turun, siang ini aku kembali mengayak pupuk padat, lalu memanen pupuk cair dan padat. Bersyukur hari ini kembali mendapat sekitar 1,5 liter pupuk cair. Kalau sehari aku biasa memakai sekitar 300 ml untuk tanaman-tanaman yang sedang ditumbuhkan, maka kurang lebih aku punya stok pupuk untuk 5 hari ke depan nih :) 

Hari Minggu malam yang lalu, akhirnya Mbak Wilda datang juga membawa penggembur yang kupesan sejak lama. Kedatangan Mbak Wilda dan penggemburnya sungguh sangat diharapkan, karena penggembur yang kumiliki sudah semakin menipis, jadi memakainya agak dihemat-hemat juga. Sebetulnya ada serbuk gergaji untuk menggantikannya, tapi ya begitulah, kualitas hasil pupuknya jadi lebih berbau dan muncul jamur putihnya. 

Sunday, December 28, 2014

Catatan Hari ke-100 Komposting - Tips Aerasi Pupuk Cair

by

Hasil ayakan pupuk padat dan sisanya

Setelah melewati 3 bulan komposting, kini aku bersyukur karena sudah memasuki hari ke-100 melakukan proses komposting sampah rumah tangga di rumah. Dan sampai hari ini, aku masih bersemangat melakukannya. Sebagaimana hari ini aku memanen pupuk cair cukup banyak, sekitar 2,5 liter, juga pupuk padat yang kuambil secukupnya. 

Tuesday, December 23, 2014

Catatan Hari ke-95 Komposting - Merenungi Sistem Seleksi Alam

by
Hasil ayakan pupuk padat dan sisanya

Panen pupuk cair dan pupuk padat

Hari ini, aku kembali berkesempatan memanen pupuk padat dan cair dari komposter di rumahku, setelah sebelumnya mengayak pupuk padat yang dipanen sebelumnya. Dan begitulah, karena musim hujan dan hujan turun cukup intens akhir-akhir ini, dan aku pun terkadang terlewat menutup pupuk padatku sehingga basah terkena cipratan air hujan, hal itu pun membuat hasil ayakan pupuk padat menjadi tidak terlalu banyak. 

Beberapa hari yang lalu, aku sedang menyemai semua bibit tanaman yang kumiliki di rumah. Pada saat yang bersamaan, aku memiliki beberapa tanaman melon dan cabai yang mulai besar, yang sudah berada di dalam kantong-kantong polybag hitam, tidak lagi di bak persemaian. 

Dari apa yang kualami, aku melihat betapa sesungguhnya bumi ini memiliki sistem untuk menghijaukan dirinya kembali. Dapat dilihat dari satu buah melon saja, setiap bijinya merupakan potensi kehidupan untuk menjadi satu pohon melon yang baru. Demikian pula pada tanaman cabai dimana biji-bijiannya yang biasa dihabiskan dengan sekali lahap, ternyata di dalam setiap bijinya merupakan bibit yang berpotensi menjadi satu pohon cabai yang baru. 

Dari apa yang kualami pula, aku melihat betapa setiap potensi untuk tumbuh tersebut ternyata harus melalui seleksi alam juga. Benih yang berada pada lahan yang subur, lalu lingkungan tumbuhnya memungkinkan ia tumbuh optimal, membuatnya dapat tumbuh menjadi pohon baru yang berbuah lagi. Namun yang harus dihadapinya tidak hanya itu. Ada hama seperti kutu-kutu daun maupun semut-semut merah yang dapat menggerogoti nutrisi yang ada di dalam tubuhnya. 

Maka setiap individu di atas bumi sesungguhnya mengalami seleksi alam sebagaimana yang kusaksikan ini. Saat memijahkan, hampir semua biji yang potensial dapat lahir. Namun saat tumbuh, bila lingkungan tidak mendukung dan dari dalam tumbuhan itu sendiri tidak dapat menyesuaikan diri, maka ia akan mati. Hanya yang mampu bertahan dan beradaptasi dengan keadaan lingkunganlah yang akan terus hidup. 

Sedih juga rasanya saat menyaksikan beberapa tanaman melon, cabai dan pepayaku akhirnya harus terkulai lemas dan mati. Begitulah harga dari proses belajarku. Kini aku sudah lebih siap untuk memijahkan bibit-bibit selanjutnya. Learning by doing, itulah yang terus dan akan selalu kujalani, terkhusus dalam hal bercocok-tanam. 


Semoga aku dapat menjadi bagian dari individu yang dapat bertahan hidup dan pula dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sambil berusaha menjalani perananku di dalam kehidupan ini. Apa perananku? Entahlah, sampai hari ini aku masih terus mencari. Setidaknya saat ini aku berusaha untuk menjadi anak, saudara, suami dan ayah yang baik bagi keluargaku. Dan semoga dengan upaya sederhana mendokumentasi hari demi hari menjalani proses komposting dengan sampah rumah tangga ini dapat memberi kontribusi untuk perbaikan lingkungan. Walau tak seberapa, namun sungguh aku sangat berbahagia menjalaninya hingga hari ini. Semoga konsisten. Amin :)  

Friday, December 19, 2014

Catatan Hari ke-91 Komposting - 3 Bulan Komposting, Masih Semangat!

by
Hasil ayakan pupuk padat dan sisanya

Hasil panen pupuk cair dan padat

Tidak terasa bahwa dalam kegiatan panen pupuk hari ini, aku sudah memasuki hari ke-91 melakukan kegiatan komposting untuk sampah rumah tanggaku. Sungguh aku bersyukur karena aku masih dapat konsisten dan bersemangat melakukannya. Tidak lain karena begitu besarnya manfaat yang kurasakan. Apalagi kalau bukan tak menumpuknya sampah di bak sampah depan rumah, ditambah memiliki pupuk padat dan cair yang sangat bermanfaat untuk bercocok-tanam yang kulakukan di rumah sendiri.

Tentunya keberhasilanku ini tak lepas dari dukungan keluarga yang tinggal serumah denganku. Secara umum tidak ada keluhan atas kegiatan komposting yang kulakukan, selain bila masih ada bau pupuk yang menempel di badan kalau habis panen, atau bila bau pupuk padat yang masuk ke rumah ketika arah angin yang tidak bersahabat.. xD 

Dan pada panen pupuk hari ini, aku mendapatkan cukup banyak hasil ayakan pupuk padat dari panen sebelumnya. Untuk pupuk cair, aku mendapatkan sekitar 1,5 liter. Sip lah! :)

Top Ad 728x90