Salah satu hal yang disyukuri bila memiliki kebun sayuran sendiri adalah dapat memanen tanaman yang tumbuh, walau tak terurus dengan baik. Dan Oji, 6 tahun, dapat dilibatkan dalam proses memanennya sebagai bagian dari pelajaran kesehariannya.
Kuakui bahwa 4 minggu terakhir ini adalah periode terburukku dalam hal komposting dan bercocok-tanam. Karena kesibukan (baca: males... 😅), aku lebih banyak membuat lubang organik daripada mencacah sampahku. Karena musim hujan, membuatku enggan melangkah ke ladang untuk membersihkan rerumputan di area organik atau mengukur nutrisi tanaman hidroponik. Melihat serbuan hama, ternyata membuat mental berkebunku agak sedikit ngedrop. Akibatnya, aku tidak membenih lagi selama 4 minggu terakhir.
Semoga setelah rangkaian kesibukan di luar rumah ini berakhir, aku dapat kembali fokus untuk komposting dan bercocok-tanam kembali. Amin.
Harus semangat! 😆
Showing posts with label homeschooling. Show all posts
Showing posts with label homeschooling. Show all posts
Sunday, March 6, 2016
Sunday, December 27, 2015
by Andito
9:54 AM
Sudah lama sekali rasanya aku tidak menginjakkan kaki di Kebun Raya Bogor. Kalau tidak karena ada undangan dari teman-teman komunitas Rumah Pintar Kampung School, mungkin belum ada rencana atau jadwal mengajak keluarga ke salah satu tempat wisata alam di kota Bogor tersebut.
Melewati terminal Baranangsiang dan kampus IPB-nya, membawaku nostalgia sesaat ke hari-hariku menjalani pendidikan di IPB dahulu kala. Rasanya sudah banyak berubah :)
Kami sengaja berangkat pagi dari rumah karena tidak mau terjebak kepadatan jalan raya sebagaimana yang diberitakan di media massa dua hari terakhir ini terkait dengan gerakan mudik massal bersama menjelang liburan panjang akhir tahun ini. Maka sungguh kami bersyukur saat mendapati jalan yang lengang sehingga kami dapat sampai di Kebun Raya Bogor hanya dalam waktu tidak sampai 1 jam perjalanan.
Melewati terminal Baranangsiang dan kampus IPB-nya, membawaku nostalgia sesaat ke hari-hariku menjalani pendidikan di IPB dahulu kala. Rasanya sudah banyak berubah :)
Kami sengaja berangkat pagi dari rumah karena tidak mau terjebak kepadatan jalan raya sebagaimana yang diberitakan di media massa dua hari terakhir ini terkait dengan gerakan mudik massal bersama menjelang liburan panjang akhir tahun ini. Maka sungguh kami bersyukur saat mendapati jalan yang lengang sehingga kami dapat sampai di Kebun Raya Bogor hanya dalam waktu tidak sampai 1 jam perjalanan.
Thursday, November 5, 2015
by Andito
11:23 AM
Dalam bercocok-tanam secara organik, aku selalu menggunakan kembali tanah bekas tanaman yang sudah dipanen. Tanah2 itu dicangkul kembali, dicampur pupuk cair lalu dimasukkan kembali ke dalam polybag. Sebelumnya, pupuk padat yang ukuran teksturnya lebih besar dimasukkan duluan ke dasar polybag, menjadi pupuk sekaligus alas media tanam.
Dan pagi ini, aku mendapatkan bantuan dari dua krucil untuk mencampur tanahnya. Sebuah pemandangan yang begitu indah dan akan segera berlalu menjadi kenangan... 😃
#rumahhijaunet #urbanfarming #oji6yo #yanthi3yo #homeschooling #homeschooler
Dan pagi ini, aku mendapatkan bantuan dari dua krucil untuk mencampur tanahnya. Sebuah pemandangan yang begitu indah dan akan segera berlalu menjadi kenangan... 😃
#rumahhijaunet #urbanfarming #oji6yo #yanthi3yo #homeschooling #homeschooler
Wednesday, November 4, 2015
by Andito
9:39 PM
Pagi itu, aku dan Nur akan memindahkan benih2 yang sudah pecah/sprout ke bak persemaian. Dan Yanthi (3 tahun) dengan jari2 kecilnya ingin ikut memindahkan benih dengan pinset. Dan Yanthi terlihat bisa memegang pinset dengan baik. Begitupun Oji (6 tahun) juga ikut memindahkan bibit pada saat2 terakhir.
Bagiku, semoga momen kebersamaan ini dapat melekat di dalam bawah sadar mereka kelak akan pentingnya mengetahui dari mana asal makanan kita sehari2, yaitu dari benih yang sangat kecil dan membutuhkan proses panjang berminggu2 sebelum sampai pada keadaan siap santap. Dengan demikian, semoga semakin bertambah rasa syukur mereka atas karunia makanan setiap harinya dan mereka dapat menghargai setiap butir dan remah makanan yang ada di piring mereka. Amin :)
Bagiku, semoga momen kebersamaan ini dapat melekat di dalam bawah sadar mereka kelak akan pentingnya mengetahui dari mana asal makanan kita sehari2, yaitu dari benih yang sangat kecil dan membutuhkan proses panjang berminggu2 sebelum sampai pada keadaan siap santap. Dengan demikian, semoga semakin bertambah rasa syukur mereka atas karunia makanan setiap harinya dan mereka dapat menghargai setiap butir dan remah makanan yang ada di piring mereka. Amin :)
Subscribe to:
Posts (Atom)




