Beralasan tidak bisa berkebun karena lahannya sangat sempit?
Dengan mengenal metode di video ini, maka sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak memulai berkebun yang praktis tanpa tanah, yang dalam waktu sekitar 1 bulan (syarat dan ketentuan berlaku) sudah dapat menikmati sayuran dari teras rumah Anda sendiri.
Kali ini memanen fase kedua dari kangkung yang tu
mbuh di starterkit. Batang dan daunnya lebih besar2, dan air nutrisi lebih cepat habis. Minumnya banyak banget kangkungnya, ditambah teriknya sinar matahari akhir2 ini membuat penguapan juga lebih tinggi.
Jadi panennya masih dengan memotong, masuk ke fase ketiga 😉
Dipanen juga kangkung2 dari keranjangponik yang saya posting sebelumnya, dengan cara memotong2 batangnya. Lucu juga, jadi seperti panen wheatgrass karena ukuran kangkungnya masih kecil2. Karena panen dari empat keranjang, jadi terlihat banyak deh. Memang kualitas yang kurang bisa ditutup dengan kuantitas 😎
Jadi, kapan nih bisa panen sayuran dari teras rumah Anda sendiri? Dengan modal starterkit dari Rumah Hijau saja bisa lho 😉 #kompor
Salah satu kebahagiaan berkebun adalah ketika menyemai dan hasil semaian tumbuh dengan baik. Tantangan berikutnya adalah apabila jumlah instalasi tak sebanding dengan jumlah bibit yang disemai. Biasanya dikarenakan ada pesanan bibit yang tertunda pengirimannya karena satu dan lain hal.
Akhirnya terpikirlah untuk menyelamatkan bibit2 yang sudah haus akan nutrisi tersebut dengan menggunakan baskom dan keranjang yang diberi air nutrisi. Dan jadilah kangkung2 keranjangponik terlihat menikmati asupan nutrisi yang diberikan.
Melihat keberhasilan penyelamatan terhadap kangkung, maka dilakukan juga kepada aneka selada dan pagoda yang juga mulai terlihat membutuhkan nutrisi. Sampai terpasang instalasi selanjutnya di rumah, sepertinya keranjangponik akan menjadi pilihan untuk menutrisi sayuran2ku.