Setiap dari kita niscaya telah membawa kapasitasnya masing-masing. Dan kapasitas itu, untuk segala urusan (rezeki, amanah, dan sebagainya), akan meningkat atau berkurang seiring perjalanan waktu, menyesuaikan setiap pilihan yang kita ambil setiap harinya.
Ada yang terlahir sudah di tengah keluarga petani atau peladang. Membenih, merawat, memanen sampai membenih lagi sudah ada di dalam darahnya dan lingkungannya. Dan ada yang terlahir di dalam keadaan sebaliknya, tidak terpapar dunia tanaman atau pertanian sama sekali. Hanya mengetahui tanaman dari hasil yang sudah tersedia di meja makan atau sekadar tanaman hias yang di halaman rumahnya.
Ya, setiap dari kita memiliki kapasitas dan kita memiliki pilihan apakah akan memperbesar atau membiarkan kapasitas tersebut tetap berada di dalam diri tanpa dioptimalkan menjadi sebuah karya yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
Demikian pula dalam dunia pertanian, khususnya dalam urban farming. Dan karena pengembangan kapasitas juga terkait dengan sumber daya sedang dimiliki saat ini, maka keputusan untuk mengembangkannya terletak pada diri kita masing-masing.
Tidak sedikit sahabat yang karena melihat aktivitas saya sebagai urban farmer, menganggap bahwa saya memiliki lahan luas sehingga bisa menjadi penyedia sayur hidroponik maupun organik yang bebas pestisida.
Terima kasih untuk doa dan perhatiannya ya sahabat semua. Sungguh saya meyakini bahwa saat ini, saat tulisan ini dituangkan, saya memiliki ilmu dan kapasitas untuk itu, untuk menjadi penyedia sayuran hidroponik dalam skala yang lebih besar. Dan mengingat bahwa makanan adalah sektor bisnis yang akan terus dibutuhkan di segala kondisi, baik dalam keadaan normal maupun tidak normal seperti suasana pandemi pada saat ini, maka saya bersyukur memiliki ilmu dan kapasitas ini.
Dan sampai saat ini, 200-an lubang tanam yang ada di rumah ternyata masih difungsikan untuk memenuhi kebutuhan sayuran untuk keluarga sendiri. Sesekali hasil panennya dihadiahkan untuk tetangga dan sahabat terdekat.
Dan karena kapasitas yang dimiliki ini pulalah yang membuat saya dapat melihat peluang-peluang menambah lubang di mana lagikah yang dapat dioptimalkan pada lahan lantai dua rumah saya.
Dan memang kita perlu membayangkan dahulu apa asyiknya menjadi petani dan penyedia sayuran, apa kebahagiaan yang dapat dirasakan saat bertukar sayuran dan menambah benih-benih silaturahmi baru saat mengantarkan sayuran yang dipesan baik secara langsung maupun melalui dunia maya. Agar apa? Agar lebih tergerak untuk segera mengeksekusi tambahan lubangnya.
Saat ini saya sedang membuat sebuah prototype rakit apung skala kecil yang lebih muat di lahan terbatas saya. Bila terlihat menjanjikan, semoga ke depannya akan lebih banyak lubang tanam di rumah, dan lebih banyak sayuran yang ditumbuhkan sehingga bisa lebih banyak berbagi hasil panennya.
Semangat!! :)
Cipinang Muara, 20 Juli 2020
#urbanfarmingwisdoms
#motivarmer
=========
Untuk sharing dan diskusi seputar komposting dan urban farming, silakan melalui link-link berikut:
bit.ly/PodcastRumahHijaunet
bit.ly/YoutubeRumahHijaunet
bit.ly/GrupFBSahabatRumahHijau
Untuk mengikuti pelatihan komposting secara online, silakan langsung klik link berikut:
bit.ly/PelatihanKompostingOnline
Monday, July 20, 2020
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment