Tidak hanya dalam keluarga, bisnis atau pekerjaan, dalam urban farming pun ternyata diperlukan sebuah alokasi, baik alokasi sumber daya, tenaga juga waktu.
Dalam tulisan kali ini, saya ingin lebih berfokus kepada alokasi waktu. Dengan sumber daya kita yang terbatas, 24 jam dalam sehari, maka kita perlu mengalokasikan waktu untuk ber-urban farming.
Bagi sahabat-sahabat yang sudah menjadikan urban farming sebagai profesi dan bisnis, maka alokasinya bisa lebih panjang dan serius, bahkan dapat melipatgandakan waktu dengan cara bekerjasama dengan orang lain atau membangun tim.
Namun bagi sahabat-sahabat yang berurban farming secara mandiri, menjadikan urban farming sebagai hobi, kalau hanya untuk keasyikan sesaat silakan saja dilakukan kapan pun Anda mau. Dan bila Anda ingin menjadikannya sebagai kegiatan yang bertahan lama dan berkelanjutan, mengalokasikan waktu untuk ber-urban farming menjadi sebuah hal yang perlu lebih direncanakan.
Bagi saya pribadi, prinsip alokasi waktu ini baru mulai diterapkan dalam masa-masa pandemi ini, saat salah satu mentor bisnis dan kehidupan saya mengingatkan tentang ‘blocking your time’.
Mengapa pada saat pandemi? Padahal selama ini juga waktu keseharian sudah lebih banyak di rumah. Ternyata saat berkegiatan di rumah dilakukan secara masif, suasananya menjadi berbeda. Urusan keluar rumah betul-betul hanya untuk memenuhi kebutuhan keseharian ke pasar, memasang instalasi hidroponik atau mengantar komposter. Urusan lainnya seperti meeting atau koordinasi dengan klien bisa dilakukan dari rumah.
Nah, karena ‘urusan lainnya’ ini bisa dilakukan dari rumah inilah yang membuat alokasi waktu atau ‘blocking your time’ menjadi lebih sangat penting. Mengapa penting? Karena semakin banyak hal yang bisa dan merasa perlu diselesaikan secara online.
Pertemuan-pertemuan lewat daring, baik komunitas maupun pengembangan diri, urusan belajar mandiri bersama PKBM untuk anak pertama, menyimak materi-materi pembelajaran maupun hiburan via Youtube dan Spotify, semakin melengkapi dan memadati jadwal keseharian, yang mana bila ber-urban farming tidak dialokasikan waktunya, seakan-akan saya tidak punya waktu lagi untuk itu.
Dengan padatnya aneka kegiatan, bisa jadi ber-urban farming menjadi sebuah kegiatan yang ‘enggan’ dilakukan. Karena apa? Karena kita menjadi khawatir waktu kita akan terserap lebih banyak ke sana. Sangat bisa dipahami karena kalau sudah mengurusi tanaman kita bisa jadi keasyikan dan lupa waktu. Ada yang pernah mengalaminya sebagaimana saya? xD
Karena itu saat ini, saya mengalokasikan waktu setidaknya 20 menit setiap harinya setelah olahraga dan menulis pagi untuk menyiram tanaman, membibit, mengecek nutrisi bahkan memanen hasil.
Yup, hanya 20 menit saja untuk aktivitas urban farming yang pokok. Kalau mau lebih, tentu boleh saja.
Katakanlah saat mengurusi tanaman, kita melihat ada hal-hal yang ingin dilakukan seperti menyiangi tanaman tomat yang sudah membesar, memindahkan bibit dari bak tanaman ke instalasi, menyetek tanaman mint, basil atau jinten, membongkar atau menambah media tanam untuk tanaman organik, atau mengurusi hama dengan pitesida maupun eco-enzyme, maka hal-hal di luar alokasi waktu tersebut perlu dijadwalkan dan direncanakan. Misalkan saya akan menambah 20 menit lagi untuk mengerjakan hal tersebut, namun akan saya lakukan di hari berikutnya, tidak di hari saya ingin melakukannya. Kecuali memang saya ingin segera mengalokasikan waktu yang berarti mengambil jatah waktu untuk kegiatan yang lainnya.
Ya, semakin hari saya semakin melihat betapa dibutuhkannya alokasi waktu dalam ber-urban farming, agar keseharian kita bersama tanaman tidak menjadi rutinitas yang menjenuhkan, namun menjadi kegiatan terencana yang membahagiakan.
#selfreminderbanget
Cipinang Muara, 21 Juli 2020
#urbanfarmingwisdoms
#motivarmer
=========
Untuk sharing dan diskusi seputar komposting dan urban farming, silakan melalui link-link berikut:
bit.ly/GrupFBSahabatRumahHijau
bit.ly/PodcastRumahHijaunet
bit.ly/YoutubeRumahHijaunet
Untuk mengikuti pelatihan komposting secara online, silakan langsung klik link berikut:
bit.ly/PelatihanKompostingOnline
Tuesday, July 21, 2020
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment