Usai pelatihan, saya dan Mbak Lala menghampiri Pak Ronny untuk foto bersama sekaligus sedikit bincang-bincang ekstra. Kebetulan Mbak Lala dan Pak Ronny berada di satu komunitas Green Design Community, jadi sepertinya mereka sudah saling mengenal.
Saat mengetahui bahwa aku adalah praktisi menanam organik, Pak Ronny mengatakan, “Bagus mas. Jalani keduanya ya.” Jadi, jangan karena menganggap hidroponik terlihat lebih bagus hasilnya dan lebih mudah prosesnya, lalu meninggalkan metode tanam organik, karena keduanya bisa dijalani bersamaan.
Nasihat itulah yang menjadi salah satu peganganku di dalam berurban farming sampai hari ini. Dikuatkan dengan pengalaman keseharian menemani sahabat-sahabat dalam menemukan bentuk urban farming terbaiknya selama setidaknya 3 tahun terakhir ini, saya semakin melihat bahwa setiap orang memiliki karakter dan kekuatannya di dalam menentukan bentuk urban farming seperti apa yang terbaik untuk mereka, yang sangat didukung dan dipengaruhi oleh faktor situasi dan lingkungan.
Jadi, mau organik, hidroponik, komposting, budikamber, aquaponik, biopori, vertical garden, apa pun metode dan istilahnya, semua bisa berjalan seiringan.
Tidak ada metode yang lebih baik antara satu dengan yang lainnya, yang ada hanyalah metode yang lebih relevan dan sesuai dengan situasi dan kondisi pada saat itu, pada saat ini, pada saat Anda mulai menjalani urban farming Anda.
Demikianlah tulisan ini, juga media-media sosial yang saya kelola, baik pribadi maupun mengatasnamakan Rumah Hijau atau #rumahhijaunet, semua bertujuan untuk menjadi sumber inspirasi juga menjadi teman seperjalanan bagi sahabat-sahabat yang sedang ber-urban farming dengan berbagai metode.
Saat tulisan ini dibuat, saya sedang mempersiapkan diri untuk mencoba budidaya ikan dalam ember ataupun akuaponik. Sudah pernah mencoba sebelumnya, namun masih belum memberikan hasil yang optimal.
Nah, semangat untuk menjaga konsistensi dari metode yang sudah ada sambil mencoba metode-metode baru inilah yang perlu kita pelihara bersama sebagai urban farmer. Boleh-boleh saya berfokus pada hasil, dan niscaya akan jauh lebih menyenangkan saat kita berfokus pada proses, pada keberhasilan-keberhasilan kecil yang kita capai setiap harinya.
Apa keberhasilan kecil yang saya syukuri setiap hari dalam urban farming? Di tulisan berikutnya ya :)
Cipinang Muara, 18 Juli 2020
#urbanfarmingwisdoms
#motivarmer
=========
Untuk sharing dan diskusi seputar komposting dan urban farming, silakan melalui link-link berikut:
bit.ly/GrupFBSahabatRumahHijau
bit.ly/PodcastRumahHijaunet
bit.ly/YoutubeRumahHijaunet
Untuk mengikuti pelatihan komposting secara online, silakan langsung klik link berikut:
bit.ly/PelatihanKompostingOnline


0 comments:
Post a Comment