Top Ad 728x90


Thursday, July 23, 2020

PASTI

Contoh instalasi hidroponik DFT 20 lubang
yang diperlihatkan

Dua hari yang lalu, saya dijapri oleh seorang sahabat yang sedang mempertimbangkan ingin memasang instalasi hidroponik di rumahnya.

Setelah saling berbalas pesan beberapa kali, termasuk berbagi gambar instalasi hidroponik yang bisa dipilih sebagai alternatif.

Ada satu pertanyaan beliau yang menarik, yang menurut saya sangat wajar sebagai pemula di bidang urban farming. Kurang lebih begini pertanyaannya, “Saya kurang pandai kak. Ini mau belajar apa bisa berhasil ya?”

Sahabat semua, apakah ada yang bisa memastikan keberhasilan usaha kita saat melakukan sesuatu?

Berdasarkan pemahaman dan pengalaman yang telah saya lalui, maka saya menjawab, “Sepengalaman saya, ketika kita sudah mencoba dan melakukan, maka kemungkinannya adalah 50-50, 50% berhasil dan 50% belum berhasil. Namun kalau tidak mencoba sama sekali, ya jelas PASTI 100% nggak berhasil.”

Tentu jawaban saya kepada beliau tidak menggunakan kata ‘PASTI’ untuk tetap mengedepankan sopan-santun dalam bertutur walau melalui daring.

Jawaban ini juga berlaku bagi sahabat-sahabat, bukan Anda yang membaca tulisan ini tentunya, yang menganggap tangannya panas sehingga merasa tidak berbakat untuk menumbuhkan tanaman, yang menyebabkan tanaman yang ditanam selalu mati.

Karena begitu kita memutuskan untuk tidak mencoba sekali lagi dengan alasan apa pun, maka tentu sudah jelas ketidakberhasilan PASTI berada di depan mata.

Jadi, sesungguhnya tidak ada kata ‘gagal’. Yang ada hanyalah sukses atau belajar.

Apakah saya tidak mengalami kegagalan di dalam melakukan urban farming? Bisa jadi saya mengalami kegagalan atau kebelumberhasilan juauh lebih banyak dibandingkan sahabat-sahabat yang membaca tulisan ini, yang baru akan atau sudah memulai proses urban farming-nya. Karena apa? Karena saya sudah memulai lebih dulu dan bisa jadi akan tetap ber-urban farming saat Anda membaca tulisan ini.

Dan ketika saya tetap melakukan, niscaya saya akan terus mengalami kebelumberhasilan.

Karena saya semakin melihat dan menyadari bahwa kebelumberhasilan adalah sepaket di dalam urban farming, demikian pula keberhasilan, maka saya memilih untuk menerima paket tersebut dan berusaha untuk terus menikmati setiap proses dan perjalanannya, serta selalu belajar dari setiap kebelumberhasilan. 

Itu dari sisi mindset atau pola pikirnya. Apa saja yang menyebabkan kebelumberhasilan selalu sepaket di dalam proses urban farming? Akan kita bahaskan di tulisan selanjutnya.

Selamat memutuskan, sahabat semua. Karena berhasil maupun belum berhasil, sukses atau masih perlu belajar, kita memiliki andil di dalamnya. Dan dengan mengambil tanggung jawab di dalam setiap proses juga hasil yang terjadi, akan membuat perjalanan dalam ber-urban farming menjadi lebih menyenangkan dan membahagiakan. Setidaknya itu yang saya rasakan. Siapa tahu sahabat semua juga merasakan hal yang sama :)

Cipinang Muara, 23 Juli 2020

#urbanfarmingwisdoms
#motivarmer

=========

Untuk sharing dan diskusi seputar komposting dan urban farming, silakan melalui link-link berikut:
bit.ly/GrupFBSahabatRumahHijau
bit.ly/PodcastRumahHijaunet
bit.ly/YoutubeRumahHijaunet

Untuk mengikuti pelatihan komposting secara online, silakan langsung klik link berikut:
bit.ly/PelatihanKompostingOnline

0 comments:

Post a Comment

Top Ad 728x90