Top Ad 728x90


Tuesday, July 8, 2025

Tidak Mau Menggunakan Maggot BSF sebagai Pakan Ternak?


Menggunakan larva lalat BSF sebagai solusi penanganan sampah organik yang jumlahnya semakin meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan pertumbuhan jumlah manusia.

Metode komposter yang menghasilkan biogas bisa menjadi solusi, hanya saja jumlah instalasi yang tersedia, proses yang lebih lama dan pasokan sisa organik yang luar biasa besar membuat metode komposting dengan maggot BSF sudah menjadi mendesak untuk diterapkan bukan hanya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. 

Apakah maggotnya aman untuk dikonsumsi ternak lalu ternaknya aman untuk dikonsumsi manusia? Biarlah yang mau berdebat atau melakukan riset di sana melakukan bagiannya.

Yang jelas terbukti, maggot BSF bisa mengolah sisa organik supercepat dibandingkan dengan metode komposting lainnya (selain dibakar tentunya). 1-2 hari (maggot BSF) berbanding 10-14 hari (komposter) untuk hasil kompos yang sama adalah bukti lapangan yang tidak bisa dibantah. 

Masih menganggap pupuknya tidak cocok bagi tanaman? Tidak usah digunakan. Tebar saja di tanah nganggur atau fasum dan niscaya kasgot atau fras akan menutrisi serta menyuburkan tanah dengan caranya. 

Masih menganggap protein maggot tidak baik bagi hewan ternak yang akan dimakan manusia karena makan 'sampah'? Iya sih, maggot juga nggak mau makan 'sampah' yang tidak terpilah. Maggot hanya berselera terhadap sisa organik yang memang dipilah dengan penuh kesadaran, sehingga yang diolah maggot adalah bahan organik yang sesungguhnya memiliki kualitas yang sama dengan yang dimakan manusia, bukan sampah.

Namun kalau tidak mau menjadikan maggot sebagai makanan ternak pun tak apa. Biarkan maggot-maggot tersebut menjelma menjadi lalat tentara hitam yang berumur pendek, tidak lagi makan, sehingga tidak akan mengganggu manusia sebagaimana lalat ijo atau lalat rumah yang berumur panjang dan masih makan itu. 

Jadi, kalau untuk mengatasi sisa organik terpilah secara efektif dan efisien, jelas, maggot BSF adalah metode yang no debat. 

Dan apa pun metode komposting pilihan Anda, selamat menjalankan dengan konsisten demi tercapainya Indonesia 100% mengelola sampahnya di tahun 2029. 

Sumber berita:
Gunakan larva lalat untuk kelola sampah makanan, kota di Eropa hemat puluhan miliar rupiah - BBC News Indonesia 

0 comments:

Post a Comment

Top Ad 728x90