Pameran di JIEXPO yang saya hadiri selama tiga hari adalah salah satu upaya untuk menormalisasi upaya pemilahan atau pengolahan sampah secara mandiri, mulai dari rumah, kantor, apartemen, kantin, sekolah, rumah ibadah, hotel, restoran, kafe, dan semua lokasi yang menghasilkan sampah.
Pengolahan sampah organik yang langsung dan dekat akan menjadi solusi mendasar dan niscaya akan memberi dampak luas dan besar bagi masalah sampah di TPA maupun TPS sebagaimana yang sedang dialami banyak kota di Indonesia saat ini.
Bahkan saat saya menghadiri pameran, terbaca berita bahwa sungai di Bali mulai dipenuhi sampah, buah dari kebijakan keras pemerintah Bali yang menutup TPA Suwung dari sampah organik. Sebuah kebijakan yang terlihat simalakama, padahal bisa diatasi bersama bila pemilahan dan pengolahan sampah organik di hulu atau sumber bisa dinormalisasi melalui teladan dan edukasi.
Sejak 2014, saya sudah berupaya untuk memilah dan mengolah sampah organik yang dihasilkan di rumah, berupaya turut mengurangi beban TPA dan saya beserta keluarga bisa melakukannya. Termasuk pagi ini.
Yuk, normalisasi pemilahan dan pengolahan sampah organik di sumbernya.
Yuk, dukung program pemerintah untuk 2029 sampah Indonesia terkelola 100%.
Yuk, kita mulai dari rumah kita sendiri.