Top Ad 728x90


Thursday, January 12, 2023

MENDAPATI PARA PENCULIK MAGGOT (Catatan Maggot Rumahhijaunet Day 5)

by

Di hari ke-5 ini, saya mendapati semut-semut merah yang membawa bayi-bayi maggot saya. Ternyata kapur semut yang saya gariskan tidak membuat mereka kapok dan menjauh. 

Di satu sisi saya bersyukur karena sebagian maggot sudah semakin membesar. Semoga akan semakin cepat mengolah sisa bahan organiknya 😉👍🌱

#rumahhijaunet 
#almagot
#magobox
#catatanmaggotRH
#Day5
#komposting
#maggot
#maggotBSF

Tuesday, January 10, 2023

MENCEGAH BELATUNG KELUAR DARI MAGOBOX (Catatan Maggot Rumahhijaunet Day 4)

by

Di hari ke-4 ini saya mengamati belatung-belatung yang mulai besar sedang merayap keluar dari Magobox. Sepertinya 'kreketan' yang terpasang mengelilingi sisi dalam boks belum cukup ampuh untuk mencegah belatung ukuran kecil keluar kandang. 

Jadilah di hari keempat ini saya mencoba memberikan sedikit serbuk kayu di sekeliling sisa bahan organik dengan harapan bisa lebih mengeringkan belatung sehingga tidak mudah merayap keluar boks.

Semoga berhasil 😁👍

#rumahhijaunet 
#almagot
#magobox
#catatanmaggotRH
#Day4
#komposting
#maggot
#maggotBSF

Sunday, January 8, 2023

BELATUNG MULAI MEMBESAR (Catatan Maggot Rumahhijaunet Day 2)

by
#bersyukuradalah saat mendapati belatung-belatung di Magobox mulai membesar. 

Bersyukur juga sisa bahan organik di dalam boks mulai menyusut dan saat sisa bahan organik digeser terlihat maggot-maggot sedang menikmati sisa bahan organik dalam bentuk lebih cair dan lembek. 

Jadilah hari ini suplai sisa bahan organik ditambah. Semoga sisa-sisa tulang sapi yang berprotein akan membuat maggot semakin bersemangat bertumbuh 😊🙏🌱

#rumahhijaunet 
#almagot
#catatanmaggotRH
#Day3
#komposting
#maggot
#maggotBSF

MENGATASI SEMUT MERAH (Catatan Maggot Rumahhijaunet Day 2)

by
Seperti saat seorang anak memiliki mainan baru yang disukainya, begitu bangun pagi, yang dicari pertama adalah mainannya. 

Begitu pun saya dengan Magobox yang sudah terpasang di rumah dan sudah diberikan sisa bahan organik untuk diolah. Tak sabar rasanya hati ini ingin langsung melihat maggot-maggot bekerja 🤭😁

Dan tentu saja ini baru hari kedua sehingga tidak ada aktivitas maggot yang terlihat di sana. Yang ada malah ratusan semut merah yang menikmati sisa bahan organik.

Sebetulnya saya tidak mengapa kalau ada semut ikut menikmati sisa bahan organik yang ada. Hanya saja memungkinkan nggak ya yang digendong para semut itu ke sarang mereka adalah bayi-bayi maggotnya? 😆 

Setelah bertanya ke grup support, bersyukur mendapat jawaban kalau semut merah bisa diatasi atau dikurangi dengan memberikan cairan atau kapur penolak semut di luar boks. Jadilah itu yang saya lakukan di hari kedua ini.

Dan sungguh bersyukur bisa melihat ada bayi maggot yang masih eksis di dalam boks pada hari kedua ini 😊🙏

#rumahhijaunet 
#almagot
#catatanmaggotRH
#Day2
#komposting
#maggot
#maggotBSF


TAK KENAL MAKA TAK SAYANG (Catatan Maggot Rumahhijaunet Day 1)

by

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

#BersyukurAdalah apa yang menjadi impian dapat terwujud. 

Sejak ikut belajar bersama para ahli maggot di program vokasi pemilahan sampah tahun lalu, entah mengapa jiwa raga ini terusik ingin bisa memberdayakan maggot Black Soldier Fly ini dalam mengolah sisa bahan organik di rumah. 

Tak kenal maka tak sayang, sepertinya sangat berlaku dalam urusan permaggotan ini. Bentuknya yang uget-uget bisa jadi menjijikkan untuk sebagian orang. 

Saya sih nggak jijik sama ulat atau maggot, hanya saja ternyata butuh ilmu dan pengenalan agar tahu menjadi paham, dan dari paham bahkan jadi cinta. 

Dua kali terpapar ilmu dari mas Arief @panatabumi , membuat diri ini semakin kuat untuk bisa menghadirkan maggot di rumah. 

Dan terima kasih kepada @almagot8 yang berkenan mendukung saya dalam membuat cerita dan catatan pengalaman menggunakan #MagoBox untuk mengolah sisa bahan organik di rumah. 


Selamat menikmati perjalanan ber-maggot saya, sahabat semua. Follow terus perjalanan saya via Youtube Rumahhijaunet ya 😉👍🌱 

#rumahhijaunet 
#almagot
#catatanmaggotRH
#Day1
#komposting
#maggot
#maggotBSF

Friday, October 21, 2022

LONGSOR

by
Beberapa hari lalu, saya menerima info bahwa TPA Burangkeng yang menampung sampah dari warga Kabupaten Bekasi mengalami longsor. Longsornya sampai mengenai rumah warga, dan bersyukur dari video yang disampaikan terlihat rumah warga masih tegak berdiri, tidak tertimbun. 

Ya, sampah yang terus ditumpuk niscaya akan menjadi masalah. Dalam pelatihan vokasi pengolahan sampah untuk warga Desa Mekarsari Bekasi, salah satu slide pemateri dari DLH menunjukkan sebuah data estimasi yang tak nyaman dipandang, bahwa total sampah yang dihasilkan warga Bekasi per harinya lebih dari 2.000 ton, dan hanya 600-700 ton per hari yang bisa masuk ke TPA Burangkeng. 

Sisanya? Menjelma menjadi TPS liar, dibuang ke sungai, dan sebagainya. 

Hal inilah yang mendorong saya pribadi berupaya setidaknya untuk kalangan keluarga sendiri agar tidak lagi mencampur sisa bahan organik ke tempat sampah, agar sampah anorganik bisa lebih mudah diatasi dengan cara apa pun. Bahkan dengan sistem pembakaran (insinerasi), sampah anorganik yang kering niscaya jauh lebih mudah dibakar daripada sampah yang basah.

Jadi, yuk mulai pilah sisa bahan organik kita. Miliki setidaknya dua tempat sampah untuk memisahkan yang organik dan yang anorganik. 

Lalu diapakan sisa bahan organik yang sudah dipilah? Bisa buat lubang organik, biopori, kompospot, komposter atau ecoenzyme. Intinya, sedapat mungkin kita tidak membasahi TPS atau TPA dengan sisa bahan organik. 

Melalui program Belajar Komposting Online yang rangkaian materi untuk angkatan ke-24 akan dimulai besok, kita akan menemukan metode terbaik untuk mengolah sisa bahan organik para peserta. 

Silakan inbox bagi yang berkenan bergabung. 

Karena akan tiba masanya, kalau sampah kita ditumpuk terus, TPA akan tutup dan sampah kita tidak diambil oleh petugas kebersihan. Bila itu terjadi, apakah kita sudah siap menghadapinya?

Yuk belajar mengolah sisa bahan organik kita, agar tragedi di TPA tidak perlu terjadi lagi. 

#komposting
#Burangkeng 

Gambar diambil dari video https://youtu.be/4BaM3kkvGec 

Friday, January 7, 2022

COBA BAYANGKAN

by

COBA BAYANGKAN

Kalau saya belanja menggunakan plastik kresek, kira-kira sudah berapa plastik bisa saya hemat hari ini? 

Jadi, mengurangi plastik dalam belanja sehari-hari sangat bisa dilakukan 😉👍

Tas jaring dibuat sendiri oleh #rumahhijaunet. 

Wadah-wadah plastik tersedia banyak di marketplace atau toko perabot plastik di sekitar tempat tinggal Anda. 

Siapa tahu bisa menjadi inspirasi untuk sahabat semua yang ingin lebih mengurangi plastik sekali pakai di tahun 2022 ini.

Kalau saya sendirian yang melakukan, mungkin dampaknya tidak terlalu terasa di TPA. Bayangkan bila Anda dan semakin banyak orang yang juga ikut melakukan, seberapa banyak plastik yang bisa kita kurangi bersama pemakaiannya.

Semangatt! 🤩👍🌱

#zerowaste
#minimsampah
#reduce
#gogreen

Tuesday, July 6, 2021

FORMULA PANEN

by

Salah satu keseruan berurban farming tidak hanya pada masa menanam dan membesarkan, namun juga saat memamen hasilnya. 

Kalau terlalu banyak menanam maka hasilnya bisa berlebihan. Asyik sih bisa dibagi-bagi 😉👍🌱

Kalau terlalu sedikit, jadi kurang memenuhi kebutuhan keluarga dan sangat sayang lahan kosongnya. 

Maka formula panen menjadi sebuah hal yang perlu ditemukan sehingga bisa menentukan formula tanamnya. 

Terima kasih kepada istriku tercinta @nurwap yang kembali ingin menggiatkan membuat smoothies atau raw juice sayuran yang ternyata bahan-bahannya tersedia di halaman rumah kami dalam tanaman organik maupun hidroponik. 

Tidak banyak jumlahnya, namun kalau dikumpulkan sedikit-sedikit ternyata menjadi cukup dan beragam. Sawi, bayam brazil, basil, mint dan seledri menjadi sebagian dari tanaman yang akan kami panen setiap harinya untuk menjadi asupan sayur hijau yang beragam. 

Karena salah satu goal hidup kami adalah memiliki tubuh dan jiwa yang sehat sampai ajal menjemput. Dan kalau bukan kami sendiri yang merawatnya dengan asupan yang baik, lalu siapa? 

Mau menanam sayuran dan herbal juga di teras rumahnya? Selamat memulai ya 😉👍🌱

Bisa simak tips-tipsnya di Youtube Rumahhijaunet bit.ly/YoutubeRumahHijaunet

#Rumahhijaunet 
#urbanfarmingwisdom 
#urbanfarming
#rawjuice
#greensmoothies
#gayahidupsehat 
#healthylifestyle 

Thursday, June 10, 2021

AROMA

by
Pernahkah kita membuka jendela di pagi hari dan berharap mendapatkan hirupan udara yang segar dan bersih namun malah mendapatkan sebaliknya? 😆

Pagi ini saya kembali mengalaminya. Walau tidak setiap hari terjadi, namun saat aroma itu datang pada udara pagi yang saya harapkan, rasanya gimanaaa gitu 😁

Aroma apakah yang terhirup di pagi ini oleh indera penciuman saya? Aroma busuk sampah yang sepertinya terhembus dari TPS yang mungkin berjarak sekitar 300 meter dari kediaman saya. 

Memang semalam turun hujan yang lumayan deras, dan bisa jadi hal itulah yang memicu aroma dari tempat pembuangan sampah sementara itu. 

Apa yang saya alami pagi ini, dan bisa jadi dialami oleh sebagian sahabat semua yang membaca catatan ini, sebetulnya tidak perlu terjadi bila kita mau menyadari bahwa tercampurnya sisa bahan organik dan sampah anorganiklah yang memicu aroma itu muncul. 

Andaikata kita mau mulai memilah sisa bahan organik kita untuk kita olah sendiri, niscaya 40% bahkan lebih tumpukan sampah di sekitar kita bisa berkurang. 

Sulitkah mengolah sisa bahan organik? 

"Selalu ada yang pertama untuk segalanya", mengutip dari ucapan salah seorang orangtua praktisi homeschooling. Dan sesuatu yang belum pernah dicoba, nisaya dipenuhi dengan asumsi dan praduga. 

"Nanti kalau bau gimana?"

"Nanti kalau muncul belatungnya gimana?"

"Nanti kalau pasangan atau tetangga protes gimana?" 

Nanti gimana, nanti gimana .... dan akhirnya nggak mulai-mulai dan teruslah kita berkontribusi menambah tumpukan sampah di TPS dan TPA karena sampah yang tidak terpilah. 

Memang semua perlu dimulai, dan sebelum dimulai memang perlu digali lagi lebih dalam MENGAPA kita perlu melakukan proses komposting di rumah kita. 

Temukan alasan itu, dan untuk ke depannya hanya tantangan teknis saja yang niscaya ada solusinya. 

Kalau saya bisa melakukan proses komposting selama 5 tahun ini, tentu apa yang sudah saya lakukan bisa ditiru dan dimodifikasi sesuai situasi dan kondisi. 

Bisa jadi harapan Indonesia akan lebih peduli sampah di tahun 2025 masih sebatas impian, namun impian itu akan semakin nyata bila semakin banyak yang ingin berkontribusi dan mulai memilah dan mengolah sisa bahan organiknya. 

Siapa tahu ada yang tergerak untuk ikut melakukan komposting di rumahnya setelah membaca tulisan ini. Siapa tahu 😊🙏🌱

Rawamangun, 9 Juni 2021

#catatanharianAndito
#selfreminder
#komposting
#pilahsampahdarirumah

Tuesday, January 12, 2021

TIPIS-TIPIS (3) VS KEBERLIMPAHAN

by

Masih melanjutkan tema tipis-tipis dan mengapa kita perlu mempertimbangkannya menjadi bagian dari keseharian kita. 

Karena kita hidup di era keberlimpahan. Keberlimpahan apa? Keberlimpahan informasi. 

Dulu (setidaknya saya), sempat mengalami masa di mana salah satu nasihan dari orangtua dan para pendidik adalah untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. Karena apa? Karena sumber informasi yang sangat terbatas. 

Televisi, terbatas informasinya karena berita atau tayangan pengetahuan hanya ada pada jam-jam tertentu. Belum lagi pilihan stasiun TV yang terbatas. 

Demikian pula koran, radio maupun majalah, semua tidak bisa diakses dengan leluasa karena terbatasnya pilihan informasi. 

Maka perpustakaan dan toko buku menjadi salah satu tujuan bila sedang ingin menambah wawasan baik pengetahuan maupun perkomikan (itu saya 😁). Tantangannya, seberapa waktu yang tersedia untuk menikmati semua informasi di perpustakaan? Seberapa jarak yang dibutuhkan dan ongkos yang dikeluarkan untuk menuju toko buku? 

Dan saat ini, di era ini, jarak, waktu dan ongkos sudah terpangkas hampir habis untuk mendapatkan sebuah informasi. Bahkan bukan untuk mendapatkan, kita yang didatangi informasi!

Berbagai ragam informasi kini sudah hadir di genggaman kita, termasuk dalam hal urban farming. Berbagai metode memanfaatkan lahan sempit menjadi terlihat menarik dan menyenangkan untuk dijalani semua: organik, komposting, hidroponik, akuaponik, budikdamber, tabulampot, dan sebagainya membuat kita menjadi bersemangat untuk mulai melakukan, dan pada saat yang sama merasa kebingungan untuk memutuskan metode yang mana yang mau dilakukan. 

Ada yang mengalaminya? 😉😁

Oleh karena itu, tipis-tipis menjadi solusinya. Bahasa lainnya: mulai aja dulu, mulai setiap hari dan mulai dari langkah yang sederhana. 

Sesederhana mulai memutuskan area mana yang mau digunakan untuk ber-urban farming. Disarankan areanya mendapatkan sinar matahari minimal 4 jam sehari. 

Sesederhana mulai menyapu dan membersihkan area tersebut. 

Apakah boleh langsung dimulai? Boleh saja. Keputusan di tangan Anda. Setidaknya Anda sudah melakukan aksi tipis-tipis Anda. Boleh saja langsung memasang pot berisi media tanam di sana. Boleh juga diagendakan esok hari. 

Maka tipis-tipis, menurut saya, menjadi sebuah hal yang perlu dibiasakan di era keberlimpahan informasi ini, agar hari-hari demi hari kita dilengkapi langkah-langkah untuk mencapai tujuan kita, apa pun itu. 

Dan dalam hal ini, bisa jadi tujuannya adalah untuk memanfaatkan lahan terbatas kita, untuk menghadirkan asupan terbaik bagi keluarga kita dari kebun kita sendiri.

Siap bertipis-tipis? Sudah melakukan tipis-tipis apa hari ini? 😉👍🌱

Cipinang Muara, 12 Januari 2021

(Keterangan gambar: panen tipis-tipis sawi samhong dan kailan dari instalasi hidroponik pagi ini 🤩)

#selfreminder
#urbanfarmingwisdoms
#motivarmer
 
=========
 
Untuk sharing dan diskusi seputar komposting dan urban farming, silakan melalui link-link berikut:
bit.ly/GrupFBSahabatRumahHijau
bit.ly/PodcastRumahHijaunet
bit.ly/YoutubeRumahHijaunet
 
Untuk mengikuti pelatihan komposting secara online, silakan langsung klik link berikut:
bit.ly/PelatihanKompostingOnline 

Wednesday, January 6, 2021

TIPIS-TIPIS (2): HARI DEMI HARI

by


Masih dalam tema tipis-tipis. 


Bisa jadi karena masih dalam suasana belajar di akademi Covid yang diikuti oleh manusia sedunia in, maka bertahan hidup (survive) menjadi hal yang terpenting untuk terus diupayakan. 


Tidak hanya menjaga kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental. 


Salah satu hal yang bisa jadi membuat kesehatan mental kita terganggu adalah saat adanya sebuah target yang tidak tercapai, saat impian yang didamba terasa semakin menjauh, dan perlahan kita mulai hilang harapan. 


Jadi teringat pada film ‘Life of Pi’, tentang seorang remaja yang terombang-ambing berminggu-minggu di tengah lautan bersama seekor harimau buas yang bisa memakannya kapan saja. 


Keberadaan harimau itu adalah ancaman? Jelas, sangat berbahaya dan mematikan. 


Dan apa yang disimpulkan oleh Pi saat ditanya mengenai apa yang membuatnya bisa tetap bertahan? Apakah harapan? Ternyata bukan itu. 


Yang membuatnya bertahan adalah karena setiap hari hidupnya selalu merasa terancam sehingga harus terus-menerusbersiaga meski di dalam tidurnya, karena ada harimau yang bisa menerkamnya kapan saja. 


Dan tahukah, sahabat semua, karena adanya harimau itu, Pi menjadi memiliki tujuan yang jelas di setiap harinya. Apakah itu? Memberi makan harimau. 


Ya, musuh terbesarnya menjadi penyelamat hidupnya, karena harimau itu memberikan ia kesiagaan dan tujuan hidup hari demi harinya. 


Hari demi hari. Sounds familiar? Terdengar akrab di telinga atau mata kita sebagai sesuatu yang perlu kita syukuri dan hargai? 


Mensyukuri setiap momen, bahkan setiap tarikan nafas yang dapat kita hirup adalah sebuah kebahagiaan, sebuah berkah, bahkan kemewahan bila dibandingkan dengan sahabat-sahabat kita yang saat tulisan ini dibuat sedang tidak mudah untuk mendapatkan sebuah tarikan nafas yang panjang dan dalam. 


Yuk, kita bernafas sejenak 😊


Lalu apa kaitannya dengan judul tipis-tipis hari ini? Dan apa kaitannya dengan uban farming? Sepertinya akan saya lanjutkan di tulisan berikutnya. 


Begitulah dalam menulis, begitulah dalam kehidupan. Bisa jadi yang tertumpah dan terjadi bukanlah hikmah dan tujuan yang direncanakan, namun niscaya itulah yang terbaik dari Tuhan, dari semesta untuk kita semua. 


Selamat menikmati hari demi hari Anda 😊🙏🌱


Cipinang Muara, 6 Januari 2020


(Keterangan gambar: bibit pakcoy hasil membibit tipis-tipis setiap hari) 


#selfreminder

#urbanfarmingwisdoms

#motivarmer

 

=========

 

Untuk sharing dan diskusi seputar komposting dan urban farming, silakan melalui link-link berikut:

bit.ly/GrupFBSahabatRumahHijau

bit.ly/PodcastRumahHijaunet

bit.ly/YoutubeRumahHijaunet

 

Untuk mengikuti pelatihan komposting secara online, silakan langsung klik link berikut:

bit.ly/PelatihanKompostingOnline 


 


Tuesday, January 5, 2021

TIPIS-TIPIS

by

Belakangan ini, saya sering mendengar kata ‘tipis-tipis’ dalam beberapa pembelajaran online yang saya ikuti. Mulai dari pengembangan diri, literasi finansial maupun bisnis. 

Dan saat memanen sawi samhong dari instalasi hidroponik pagi ini saya semakin memahami makna dari ‘tipis-tipis’ itu. Ya, pagi ini, dan beberapa hari sebelumnya, saya panen sayur tipis-tipis untuk keluarga saya. Cukup 1-2 netpot, bisa untuk melengkapi raw juice yang akan dibuat istri pagi ini 😊

Dan mengenai tipis-tipis, setidaknya ada dua variabel yang menjadi dasar perlunya kita menerapkan prinsip tipis-tipis ini dalam mencapai tujuan/goal hidup kita:

1. Kapasitas
Bisa jadi dalam mendalami sebuah skill sebagaimana urban farming, kita berada dalam situasi yang baru memulai. Tujuan besarnya ingin bisa memiliki instalasi hidroponik atau kebun dengan aneka tanaman sayuran yang instragamable dan cakep untuk dibuat selfie. Dan ketahuilah, sahabat semua, bahwa setiap keberhasilan selalu diawali dengan langkah pertama. 

Apa langkah pertama dalam berurban farming? Belajar. 

Ya, belajar melalui sumber apa pun. Internet menyediakan banyak sekali informasi dan inspirasi dalam berurban farming. 

Dan langkah pertama ini takkan lengkap tanpa langkah keduanya, yaitu praktik. 

Setipis apa pun langkah Anda, praktiklah. Mulailah dari mengisi pot Anda dengan media tanam. Langkah pertama selesai, akan berlanjut ke langkah selanjutnya seperti menanam benih, menyiram dan seterusnya. 

2. Waktu 
Nah, variabel ini yang berada di luar kendali kita. Kita tidak akan pernah tahu kapan jatah hidup kita di dunia ini akan berakhir. Betul? 😊🙏

Jadi, sebaiknya tidak menunggu tebal atau besar dulu untuk melakukan urban farming. Yakin besok pasti akan tiba? 

Saya nulis ini sambil merinding-merinding sendiri membayangkan betapa berharganya setiap detik waktu yang kita miliki 😊🙏

Jadi, daripada menunggu yang tebal atau yang besar itu sampai, yuk kita mulai berurban farming dengan yang tipis-tipis saja.

Setipis menyemai 5 benih sawi atau selada setiap harinya. Ya, itulah yang saat ini sedang saya coba lakukan dan biasakan. 

Semenjak saya menutup divisi produksi komposter dan instalasi hidroponik #rumahhijaunet, saya mencoba untuk tetap melakukan proses urban farming dengan tipis-tipis. Dengan harapan, bila esok tiba, saya bisa mengulangi hal yang sama. 

Dan bila esok ini terulang sampai 30 kali, siapa tahu saya kembali bisa memanen apa yang saya tanam 30 hari yang lalu, bisa memotretnya dan mengunggah ke media sosial untuk berbagi rasa syukur dan inspirasi sekaligus mendokumentasi. 

Dan apa yang saya tuliskan ini niscaya berlaku juga untuk setiap kebaikan yang bisa kita lakukan setiap harinya. Tipis-tipis saja, setipis menyapu lantai rumah, setipis melakukan stretching untuk menjaga persendian tubuh kita, setipis menyadari dan menikmati setiap tarikan nafas yang begitu berharga di tengah tidak sedikit saudara-saudara kita sedunia yang perlu berjuang untuk mendapatkan sebuah tarikan nafas. 

Jadi, selamat bertipis-tipis, sahabat semua 😉👍🌱

Cipinang Muara, 5 Januari 2020

#selfreminder
#urbanfarmingwisdoms
#motivarmer
 
=========
 
Untuk sharing dan diskusi seputar komposting dan urban farming, silakan melalui link-link berikut:
bit.ly/GrupFBSahabatRumahHijau
bit.ly/PodcastRumahHijaunet
bit.ly/YoutubeRumahHijaunet
 
Untuk mengikuti pelatihan komposting secara online, silakan langsung klik link berikut:
bit.ly/PelatihanKompostingOnline 

 

Top Ad 728x90